5 Tips Mengendarai Truk Saat Hujan

5 Tips Mengendarai Truk Saat Hujan

Jalan Tol Banjir. Sumber Foto: Mediaindonesia.com

Tekanan dari pemilik perusahaan untuk sampai di tempat tujuan dengan tepat waktu biasanya menjadi faktor utama kecelakaan. Tak bisa dipungkiri, saat ini curah hujan sedang tinggi-tingginya dan tidak mengenal waktu. Bahkan beberapa ruas jalan tol digenangi banjir. Tentu saja, baik pemilik perusahaan maupun pengendara truk perlu beradaptasi dengan keadaan ini sehingga keamanan bersama tetap terjaga.

Berikut adalah tips bagi pengendara truk untuk berkendara di saat hujan:

  1. Pasang Audio dengan Volume Rendah

Radio tidak boleh terlalu keras sehingga Anda dapat mendengar apa yang terjadi di sekitar Anda (seperti kendaraan darurat yang datang dari arah belakang). Jika Anda mendengar radio di saat-saat hujan seperti ini, dengarkanlah berita mengenai prediksi cuaca.

  1. Anda Harus Lebih Banyak Berakselerasi dan Mengurangi Kecepatan

 Saat Anda mengemudi di tengah hujan, butuh lebih banyak waktu untuk berakselerasi dan mengurangi kecepatan. Untuk mempertahankan kendali truk, Anda mungkin perlu mengurangi kecepatan setidaknya jika sedang menghadapi kondisi cuaca buruk atau tikungan tajam yang ada. Ingatlah, dalam kondisi hujan truk membutuhan ketepatan waktu dalam melakukan pengereman.

  1. Jaga jarak Lebih dari Tiga Detik dengan Kendaraan di Depan

Selalu diimbau agar Anda dapat menjaga jarak tiga detik dengan kendaraan di depan. Di kondisi hujan lebat atau cuaca yang sangat buruk, sebaiknya Anda menjaga jarak dengan kendaraan di depan sebanyak lebih dari tiga detik untuk memastikan keamanan.

  1. Berkendara Lebih Lambat dari Batas Kecepatan

 Saat Anda mengemudikan kendaraan penumpang, melewati batas kecepatan setidaknya bukan menjadi masalah besar. Namun saat Anda mengemudikan truk besar—terutama dalam kondisi jalanan basah—berkendara di atas batas kecepatan dapat menjadi sangat berbahaya. Jadi berkendara lah di bawah batas kecepatan yang ditentukan. Ingatlah bahwa di jalan, Anda bukan hanya perlu memikirkan keselamatan diri sendiri, melainkan keselamatan pengemudi lain.

  1. Berhentilah Jika Kondisi Jalan Parah

 Dalam situasi tertentu, pengalaman sebanyak apa pun tidak akan membantu Anda tetap aman. Jadi, jika Anda merasa tidak aman di jalan, masuklah ke tempat parkir dan tunggu hingga kondisinya membaik. Keamanan Anda tidak sebanding dengan risikonya.

Share this article

Mengapa Sensor Berat Beban Muatan Berguna untuk Utilitas Truk Logistik?

Mengapa Sensor Berat Beban Muatan Berguna untuk Utilitas Truk Logistik?

Jembatan Timbang. Sumber Foto: Otoniaga.com

Setelah sebelumnya sudah dibahas tentang sensor beban muatan yang berguna untuk mengurangi biaya operasional, kali ini Anda perlu mengetahui juga bahwa sensor beban muatan berguna untuk utilitas truk logistik. 

Apa saja yang dimaksud? Berikut adalah beberapa alasannya: 

  1. Mengetahui Beban Muatan Sebelum Keberangkatan

Truk logistik yang bergerak di bidang transporter memberikan pelayanan jasa pengantaran barang dari satu warehouse ke warehouse lain. Beberapa pemilik warehouse biasanya tidak memiliki jembatan timbang sendiri, hal tersebut karena jembatan timbang dinilai mahal dan perlu menambah personel dalam mengoperasikannya. Hal ini akan menjadi bumerang bagi transporter karena saat pengantaran tanggung jawab akan diberikan kepada pihak truk, ketika sudah di jalan dan membawa beban melebihi batas ketentuan peraturan akan dikenakan denda yang menyebabkan pihak truk merugi. Dengan sensor beban muatan sebelum keluar dari warehouse, maka pihak truk dapat mengetahui beban riil dari muatan yang akan dibawa sehingga tidak mendapatkan penalti atau denda dari pelanggaran.

  1. Mengetahui Kendaraan Sudah Unloading di Tempat Tujuan

Saat ini truk logistik mengandalkan GPS tracker dan geofence untuk mengetahui sudah sampai tujuan atau belum, namun kenyataan di lapangan, notifikasi sampai di lokasi belum lah cukup. Dengan sensor beban muatan, perusahaan dapat mengetahui secara real-time kapan barang muatan telah di-unloading di tempat tujuan. Dengan mengetahui beban muatan telah kosong, maka perusahaan dapat memperkirakan rencana ke depan untuk truk tersebut tanpa perlu harus menunggu truk keluar dari geofence tempat unloading tersebut.

  1. Melihat Tren Data Beban Muatan

Sebagai keputusan yang tepat dalam sisi manajerial sangat membutuhkan tren data tentang berapa muatan yang dibawa harian atau bulanan atau tahunan dari seluruh armada. Dari data ini, maka keputusan untuk kuartal berikutnya dapat lebih tepat sasaran.

Adapun keputusan-keputusan yang mampu dibuat berdasarkan tren data beban muatan adalah:

  • Keputusan Membeli/Menyewa truk berdasarkan Berat Muatan yang Dapat Dibawa
  • Keputusan pembukaan Rute/cabang baru berdasarkan Beban Muatan
  • Keputusan Maintenance Truk Berdasarkan Beban Muatan
  • Keputusan Utilisasi Pengantaran Barang berdasarkan Beban Muatan

Share this article

Menggunakan Sensor Berat Beban Muatan Bisa Turunkan Biaya Operasional? Mitos atau Fakta?

Menggunakan Sensor Berat Beban Muatan Bisa Turunkan Biaya Operasional? Mitos atau Fakta?

Truk Terguling. Sumber Foto: Kabarrakyat.id

Pertanyaan pada judul di atas mungkin pernah terlintas di benak Anda. Namun, Anda masih belum tahu atau bingung akan jawabannya.

Mungkin juga Anda belum menggunakan sensor berat beban muatan karena belum mengetahui fungsi dan bahkan manfaatnya yang besar bagi keberlangsungan usaha Anda.

Berikut adalah beberapa alasan sensor berat beban muatan bisa membantu menurunkan biaya operasional perusahaan Anda.

1. Mengambil Tindakan sebelum As Roda Patah

Truk logistik seringkali membawa beban berlebih karena instruksi dari perusahaan demi mengejar keuntungan sekaligus menjaga loyalitas pelangganan setia. Alih-alih mendapatkan keuntungan, hati-hati malah rugi besar; bukannya untung, yang ada malah buntung. Ketika beban muatan melebihi batas kapasitas dari yang seharusnya akan meningkatkan resiko as roda patah. Ketika as roda patah maka sasis pada truk juga akan ikut rusak. Bukan hanya mengeluarkan biaya maintenance atau spare part yang harus diganti, namun juga merusak timeline truk tersebut dan akan menganggu operasional truk lain, karena truk cadangan akan sangat diperlukan guna mengantar muatan pada truk yang rusak tadi. Dengan sensor beban muatan yang bisa Anda dapatkan di Lacak.io, maka pengukuran beban muatan berlebih dapat terdeteksi sehingga kerugian-kerugian dapat dihindari.

2. Beban Operasional Truk Menjadi Bengkak

Terlepas dari kejadian as roda patah, ada juga beban operasional yang akan meningkat. Beberapa pelanggan membayar pengantaran berdasarkan jarak bukan berdasarkan berat beban yang dibawa. Ketika membawa beban yang berat maka konsumsi BBM akan menjadi meningkat, penggantian oli akan lebih sering terjadi, serta kampas rem menjadi cepat haus. Dari sisi komersil memang tidak terlalu terasa di awal, namun perlu diingat jika maintenance sejatinya terjadi di akhir. Maka laporan akhir tahun lah yang nantinya akan membengkak.

3. Mencegah Terjadinya Kecelakaan di Jalan Raya

Truk yang kelebihan beban muatan gaya dorongnya akan berkurang sehingga menyebabkan kurangnya torsi dan tenaga, terlebih saat jalan tanjakan. Jalur logistik di Indonesia memiliki kontur tanah yang naik turun, sehingga sudah pasti akan melalui jalur tanjakan. Ketika truk tidak mampu menanjak maka besar kemungkinan akan terjadi kecelakaan tunggal maupun kecelakaan yang merugikan orang lain. Bayangkan ketika truk tidak kuat menanjak lalu malah menabrak mobil di belakangnya.

Jadi lewat tiga poin di atas, dapat disimpulkan bahwa sensor berat beban muatan dapat menurunkan biaya operasional bukanlah mitos melainkan sebuah fakta di lapangan. Penggunaan sensor beban muatan diharapkan dapat membawa keuntungan lebih banyak lagi bagi perusahaan.

Share this article

Penyedia Truk Perlu Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Truk Vaksin

Penyedia Truk Perlu Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Truk Vaksin
Truk Vaksin. Sumber Foto: Setkab.go.id

Pandemi virus corona / Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini di Indonesia menjadi cobaan terberat bagi dunia usaha.

Seperti kita ketahui bersama, perekonomian Indonesia sudah dibayangi resesi setelah terkontraksi selama beberapa kuartal. Namun dengan Langkah-langkah adaptif yang dilakukan oleh berbagai pihak, banyak yang memprediksi ekonomi Indonesia di sepanjang 2021 akan tumbuh di kisaran 4 persen.

Setelah diberitakan sebelumnya mengenai alasan pendistribusian vaksin di Indonesia wajib gunakan fleet management system, sudah saatnya bagi para penyedia truk untuk bahu membahu dalam proses distribusi vaksin demi menuntaskan akar masalah pandemi Covid-19.

Tak bisa dipungkiri, proses vaksinasi merupakan napas segar di seluruh dunia, semua orang berharap dengan adanya vaksinasi dapat menuntaskan pandemi ini. Namun untuk dapat merealisasikannya secara menyeluruh, dibutuhkan kiat dan usaha yang serius.

Dengan adanya informasi mengenai PT Bio Farma (Persero) yang akan memproduksi sebanyak 250 juta dosis vaksin per tahun, maka para penyedia truk perlu memastikan agar distribusi vaksin berjalan secara lancar dan maksimal.

Sejatinya, vaksin yang diberikan kepada masyarakat Indonesia ke depan harus dijamin keamanannya. Oleh karena itu, vaksin yang sedang berada dalam perjalanan harus selalu dipantau suhunya sehingga kualitas vaksin tetap terjaga hingga ke pelosok negeri.

Peran penyedia truk atau industri transportasi dan logistik pun sangat penting dalam proses distribusi ini, karena dapat memanfaatkan kemudahaan fleet management system yang bisa memantau keberadaan vaksin sekaligus pengaturan temperatur terhadap vaksin itu sendiri.

Jika para penyedia truk ikut berperan aktif dalam hal tersebut, bukan tak mungkin kita dapat memerangi pandemi global ini sesuai dengan yang diharapkan sehingga dunia kembali normal dan perekonomian dapat kembali pulih.

Share this article

5 Cara Mengurangi Pencurian Bahan Bakar Armada

5 Cara Mengurangi Pencurian Bahan Bakar Armada

5 Cara Mengurangi Pencurian Bahan Bakar Armada

Biaya bahan bakar merupakan pengeluaran yang besar untuk setiap armada truk. Sebagai seorang manajer, penting untuk memiliki sistem untuk memastikan armada Anda tidak membayar lebih dari yang seharusnya untuk salah satu biaya operasional penting, yaitu bahan bakar.

Pencurian bahan bakar dan pembelian bahan bakar tanpa izin dapat merugikan bisnis Anda. Untuk menjaga pengemudi tetap jujur ​​dan biaya pengoperasian seminimal mungkin, penting bagi armada untuk memiliki rencana minimisasi pencurian dan sistem mengurangi kerugian yang terkait dengan biaya operasional yang besar ini. Siap poin-poin berikut ini untuk membantu mengurangi pencurian bahan bakar armada Anda:

  1. Mendidik Pengemudi Tentang Bahaya yang Mereka Hadapi dari Pencuri Bahan Bakar

Diskusikan dengan pengemudi Anda tentang ancaman pencurian bahan bakar, yang memengaruhi profitabilitas armada dan keamanan pekerjaan. Jelaskan sistem yang telah diterapkan perusahaan untuk mengurungkan niat mereka dalam mencuri bahan bakar. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengingatkan mereka tentang keamanan kendaraan dasar, seperti memarkir kendaraan dengan aman di malam hari dan memastikan tangki bahan bakar dan tutup bahan bakar terkunci.

  1. Pasang Pagar, Penerangan, dan Kamera Keamanan

Lapangan kendaraan adalah target populer bagi pencuri bahan bakar, jadi buat mereka sesulit mungkin untuk membobolnya tanpa disadari. Pagar yang aman dan pencahayaan yang terang membuat halaman Anda jauh lebih terlihat dari jalan dan kurang menarik bagi pencuri. Kamera keamanan CCTV juga dapat bertindak sebagai pencegah dan cara efektif untuk membantu menangkap penjahat jika pencurian pernah terjadi.

  1. Sesuaikan Kendaraan dengan Sensor Bahan Bakar

Sensor bahan bakar dapat dihubungkan ke fleet management system, dan peringatan pengecualian dapat dikirim melalui e-mail ke perangkat seluler dalam waktu yang hampir bersamaan jika bahan bakar diambil di luar jam kerja normal. Hal ini dapat membantu menangkap pencuri yang mencuri bahan bakar.

  1. Parkir Defensif

Parkir kendaraan dengan cara yang melindungi dan memblokir akses ke tangki bahan bakar. Ini menambah lapisan kesulitan lain yang dapat menghalangi pencuri bahan bakar dan menyebabkan mereka beralih ke target yang lebih mudah.

  1. Pantau Halaman Anda

Beberapa pencuri bahan bakar akan menjelajahi pekarangan pada siang hari untuk menargetkan malam itu. Perhatikan siapapun yang bertindak mencurigakan di sekitar halaman Anda. Gunakan papan nama untuk memperjelas halaman Anda bukanlah sasaran yang mudah bagi siapa pun yang berniat mencuri bahan bakar.

 

Share this article

Inovasi Industri Logistik dengan Internet of Things

Inovasi Industri Logistik dengan Internet of Things

Inovasi Industri Logistik dengan Internet of Things

Manajemen logistik membutuhkan pemantauan berbagai aktivitas sekaligus, seperti rantai pasokan, pergudangan, dan sebagainya. Untuk merampingkan proses dan meningkatkan kepuasan pelanggan, manajer logistik harus merangkul inovasi yang ditawarkan Internet of Things (IoT).

IoT, di antara teknologi lainnya, menyediakan alat bagi usaha kita yang berguna untuk merencanakan, memantau, dan meningkatkan keamanan semua operasional. Perusahaan di seluruh dunia akan menggelontorkan banyak dana untuk produk yang terhubung dengan internet guna meningkatkan produktivitas pengiriman.

Adapun tujuan bisnis menerapkan Internet of Things dalam logistik yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan keamanan dan mendeteksi pencurian, seperti mencari tahu siapa yang memasuki gudang pada waktu tertentu, membantu melacak semua item, dan mengingatkan manajer jika ada barang yang hilang. Contoh aplikasi keamanan bertenaga IoT adalah CCTV yang terhubung, aplikasi yang memungkinkan manajer gudang memblokir pintu fasilitas dari jarak jauh, aplikasi logistik pelacakan aset yang membantu memantau pengiriman, dan lain sebagainya.

2. Internet of Things pada logistik mencakup perlindungan karyawan dengan mendeteksi masalah peralatan jauh sebelum manusia berinteraksi dengan suatu alat. Sensor IoT secara signifikan meningkatkan waktu respons, jika terjadi sesuatu pada karyawan. Perangkat yang dapat dikenakan segera mendeteksi perubahan penting pada data vital dan mentransfer data ke platform khusus yang memberi tahu manajer dan bahkan memanggil ambulans.

3. Meningkatkan transparansi proses pengiriman adalah tujuan utama yang ingin dicapai manajer bisnis dengan penerapan IoT. Mampu melacak produk dari gudang hingga sampai ke pelanggan memberikan keyakinan lebih kepada manajer bahwa semua tahapan rantai pasokan diselesaikan dengan lancar. Ini juga meningkatkan kepercayaan klien pada perusahaan Anda.

4. Internet of Things dapat memberi gambaran besar tentang bagaimana operasi ditangani. Dengan mengumpulkan data dari sensor dan menyajikannya secara ringkas dan mudah dimengerti, IoT menawarkan pendekatan holistik untuk manajemen logistik. Berikut berbagai hal yang akan diperhatikan pemilik perusahaan: Jumlah barang di gudang; suhu di gudang; kondisi lingkungan selama pengiriman; serta efisiensi karyawan.

Apa Benar Industri Truk Alami Masa Transisi di 2021?

Industri Truk Mengalami Transisi

Karena pandemi Covid-19, industri truk mengalami pergeseran tren. Di tahun 2018-2019, industri truk berjalan dengan mulus; adanya peningkatan dalam volume pengiriman, permintaan pelanggan kuat, dan pendapatan industri naik secara keseluruhan.

Tahun 2020 lalu tidak pernah bisa diprediksi oleh siapapun juga. Pandemi Covid-19 membuat seluruh dunia terhenti. Setiap industri merasakan dampaknya dalam satu dan lain hal, tidak terkecuali industri truk.

Penurunan ekonomi sama sekali tidak terduga, banyak bisnis yang tutup secara permanen, termasuk perusahaan angkutan truk. Para analis dan pakar industri percaya bahwa 2021 akan menjadi tahun di mana industri dapat mulai bangkit dari keterpurukan.

Mereka memproyeksikan 2021 sebagai tahun transisi karena pada dasarnya dunia memiliki dasar yang dibutuhkan untuk bangkit Kembali dari keterpurukan. Saat dunia pulih dari penurunan ekonomi yang tidak terduga, permintaan dari banyak sektor industri akan meningkat, secara khusus dalam industri truk.

Volume belanja konsumen akan selalu berkolerasi dengan banyaknya pengiriman barang, dan para ahli percaya bahwa industri truk harus siap menghadapi kenaikan permintaan yang akan datang ini.

Selain itu, banyak orang di industri percaya bahwa yang terburuk telah berlalu, dan kita akan segera mulai melihat hasil yang positif. Sekalipun gelombang Covid-19 masih ada dan besar, orang-orang sudah lebih adaptif terhadap situasi dan kondisi saat ini.

Perusahaan yang beroperasi sekarang memahami dengan jelas bagaimana mereka mampu melanjutkan operasional di tengah pandemi. Hampir semua telah beradaptasi untuk menemukan cara agar sukses. Pengalaman ini akan membantu mereka tetap bertahan selama berbulan bahkan di tahun-tahun mendatang.

Satu hal yang pasti, di industri truk, para pemain harus mulai merencanakan strategi di 2021. Jika ekonomi benar-benar mulai pulih di pertengahan atau akhir tahun ini, seperti yang diyakini banyak orang, perusahaan truk harus memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya untuk beradaptasi dengan meningkatnya permintaan.

Justru, pandemi ini bisa menjadi jembatan menuju kesuksesan yang lebih dari sebelumnya. Anda menjadi lebih siap dalam mengatur operasional, seperti mempersiapkan dan melatih tim Anda dengan benar sekaligus memberitahukan kapasitas Anda yang sebenarnya kepada para pelanggan.

Tol Lintas Sumatera Rawan Begal, Simak Tips Aman untuk Pengendara Truk!

Tol Lintas Sumatera Rawan Begal

Pencurian atau begal kargo dapat saja terjadi pada setiap tahap proses pengiriman dan dapat menyebabkan gangguan pada rantai pasokan. Pencurian tersebut juga dapat menyebabkan kerugian moneter yang besar, terutama ketika curian merupakan jenis barang berharga seperti elektronik atau obat-obatan. Tak hanya itu, pencurian dengan kekerasan dapat membahayakan nyawa pengemudi truk beserta kernetnya.

Oleh karena itu, mengambil tindakan pencegahan dapat menjadi kunci dalam mengurangi risiko pencurian. Perusahaan harus selalu bersiap menghadapi pencurian sebelum terjadi

Berikut adalah beberapa tindakan utama yang dapat dilakukan untuk melindungi kargo perusahaan dengan lebih baik:

1. Mengunci Pintu dan Kaca

Jika mengemudi truk pada malam hari, jangan lupa untuk mengunci pintu dan kaca secara rapat sekaligus memberikan penerangan kendaraan yang cukup. Anda pasti mengetahui titik-titik mana yang seharusnya memerlukan cahaya lebih. Jika Anda merasa harus membuka kaca pun, perhatikan ruas jalan yang menurut pengamatan Anda aman, sehingga dapat mengurangi resiko pembegalan.

2. Bekali Diri dengan Alat Pembela Diri

Ada beberapa alat pembela diri yang masih diperbolehkan hukum, seperti pepper spray, stun gun, alarm remote, atau bahkan klakson truk itu sendiri. Maka Anda dapat memastikan juga sebelum melakukan perjalanan, bahwa klakson truk berfungsi dengan baik.

3. Miliki Nomor-nomor Penting

Bagi Anda para pengemudi truk, Anda wajib memiliki nomor-nomor penting untuk menjadi salah satu pertolongan pertama saat kondisi darurat terjadi, seperti nomor Kepolisian, Jasa Marga, instansi terkait, keluarga, kerabat, atau bahkan sesama pengendara truk. Maka dari itu, pengemudi truk diharapkan juga dapat aktif di komunitas sesama pengemudi truk agar solidaritas selalu terjaga.

4. Jika Beristirahat, Cari Rest Area yang Paling Aman

Meski di Tol Lintas Sumatera jumlah rest area masih sangat terbatas dan memiliki infrastruktur yang belum baik, Anda tetap dapat memilih rest area yang sekiranya aman untuk disinggahi. Perhatikan terlebih dahulu lingkungan di sekitar rest area. Berhentilah pada rest area yang memiliki penerangan baik.

5. Memiliki Manajemen Waktu yang Baik

Dengan memanfaatkan fleet management system, Anda bisa mendapatkan penugasaan yang lebih efisien, termasuk mengatur waktu yang baik untuk melakukan pengiriman barang serta menghindari rute jalan yang tidak diperlukan sehingga meminimalisir bahaya pembegalan.  

Libur Natal, Apa Benar Truk Dilarang Lewat Tol?

Truk Dilarang Masuk Tol

Memasuki libur Natal dan Tahun Baru 2021, tercatat arus lalu lintas meningkat hingga 18 persen. Menurut data yang dihimpun dari Kompas.com, periode libur Natal dan Tahun Baru 2021 dibagi menjadi dua fase, yaitu 23-24 Desember dan 30-31 Desember.

Pada fase pertama, volume kendaraan di jalan tol akan mencapai 845.288 unit atau naik 24,4 persen dari tahun lalu. Sedangkan di fase kedua, volume kendaraan menjadi 813.477 unit atau naik 10,5 persen dari tahun lalu.

Hal ini dapat dianggap lumrah, karena di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, yang sudah membuat ruang gerak masyarakat sangat terbatas selama lebih dari setengah tahun, menyebabkan hasrat dan keinginan masyarakat untuk berpergian begitu meluap-luap.

Namun di balik kenaikan arus lalu lintas ini, ternyata kendaraan jenis truk dikabarkan tidak boleh melintas di jalan tol pada 23-24 Desember. Lewat akun Twitter resmi PT. Jasa Marga @PTJASAMARGA, mereka mengatakan, “Tanggal 23 – 24 Desember 2020 Pukul 00.00 – 24.00 WIB Truk Gol 3-5 DILARANG melintas di jalan tol, kecuali muatan Sembako/BBM/Ekspor-Impor. (Arus Mudik).”

Hal ini menyebabkan pro kontra karena mengindikasikan lesunya dunia usaha. Kondisi ekonomi yang juga belum pulih, membuat beberapa pemilik usaha menyayangkan kebijakan ini. Mereka menganggap seharusnya kinerja sektor logistik dapat menjadi prioritas demi menyelamatkan banyak pengusaha dari kebangkrutan. Mereka juga mengisyaratkan agar kebijakan yang dibuat tidak hanya memberatkan beberapa pihak saja.