Apa Benar Industri Truk Alami Masa Transisi di 2021?

Industri Truk Mengalami Transisi

Karena pandemi Covid-19, industri truk mengalami pergeseran tren. Di tahun 2018-2019, industri truk berjalan dengan mulus; adanya peningkatan dalam volume pengiriman, permintaan pelanggan kuat, dan pendapatan industri naik secara keseluruhan.

Tahun 2020 lalu tidak pernah bisa diprediksi oleh siapapun juga. Pandemi Covid-19 membuat seluruh dunia terhenti. Setiap industri merasakan dampaknya dalam satu dan lain hal, tidak terkecuali industri truk.

Penurunan ekonomi sama sekali tidak terduga, banyak bisnis yang tutup secara permanen, termasuk perusahaan angkutan truk. Para analis dan pakar industri percaya bahwa 2021 akan menjadi tahun di mana industri dapat mulai bangkit dari keterpurukan.

Mereka memproyeksikan 2021 sebagai tahun transisi karena pada dasarnya dunia memiliki dasar yang dibutuhkan untuk bangkit Kembali dari keterpurukan. Saat dunia pulih dari penurunan ekonomi yang tidak terduga, permintaan dari banyak sektor industri akan meningkat, secara khusus dalam industri truk.

Volume belanja konsumen akan selalu berkolerasi dengan banyaknya pengiriman barang, dan para ahli percaya bahwa industri truk harus siap menghadapi kenaikan permintaan yang akan datang ini.

Selain itu, banyak orang di industri percaya bahwa yang terburuk telah berlalu, dan kita akan segera mulai melihat hasil yang positif. Sekalipun gelombang Covid-19 masih ada dan besar, orang-orang sudah lebih adaptif terhadap situasi dan kondisi saat ini.

Perusahaan yang beroperasi sekarang memahami dengan jelas bagaimana mereka mampu melanjutkan operasional di tengah pandemi. Hampir semua telah beradaptasi untuk menemukan cara agar sukses. Pengalaman ini akan membantu mereka tetap bertahan selama berbulan bahkan di tahun-tahun mendatang.

Satu hal yang pasti, di industri truk, para pemain harus mulai merencanakan strategi di 2021. Jika ekonomi benar-benar mulai pulih di pertengahan atau akhir tahun ini, seperti yang diyakini banyak orang, perusahaan truk harus memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya untuk beradaptasi dengan meningkatnya permintaan.

Justru, pandemi ini bisa menjadi jembatan menuju kesuksesan yang lebih dari sebelumnya. Anda menjadi lebih siap dalam mengatur operasional, seperti mempersiapkan dan melatih tim Anda dengan benar sekaligus memberitahukan kapasitas Anda yang sebenarnya kepada para pelanggan.

Tren Teknologi Rantai Pasokan di 2021 yang Harus Diperhatikan

Tren Rantai Pasokan

1. Keberlanjutan

Dengan meningkatnya kesadaran bahwa listrik dan transportasi adalah kontributor besar emisi gas rumah kaca, industri logistik ramah lingkungan mulai mempunyai daya tarik yang signifikan, dengan banyak perusahaan mencari sistem manajemen energi canggih dan kendaraan bertenaga listrik dan surya untuk menurunkan jejak karbon mereka secara keseluruhan.

Selain solusi ini, banyak organisasi mulai melihat perencanaan rantai pasokan cerdas iklim dalam manajemen rantai pasokan, karena efek perubahan iklim terhadap ketersediaan bahan dan sumber daya. Selain melestarikan lingkungan, mereka yang mengadopsi solusi berkelanjutan akan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dan loyalitas pelanggan, dengan 60% pelanggan senang membayar premi untuk produk berkelanjutan.

2. Rantai Pasokan Melingkar

Diprediksi rantai pasokan melingkar akan segera menggantikan rantai pasokan linier, mereka yang mengadopsi pendekatan rantai pasokan melingkar akan memperoleh keuntungan dari pengurangan biaya dalam jangka panjang, pengurangan limbah, dan pengurangan dampak terhadap lingkungan.

Pendorong utama dalam penerapan pendekatan ini adalah peraturan yang lebih ketat dalam hal daur ulang dan pembuangan limbah, serta potensi insentif untuk upaya berkelanjutan yang dilakukan.

3. Rantai Pasokan Sebagai Layanan

Sementara banyak organisasi mengelola aktivitas rantai pasokan mereka sendiri, para eksekutif di perushaan-perusahaan memperkirakan bahwa semakin banyak bisnis akan mengadopsi model rantai pasokan sebagai layanan, melakukan outsourcing seperti manufaktur, logistik, dan manajemen inventaris.

Diharapkan ketika tim manajemen rantai pasokan menjadi lebih kecil, perusahaan akan memiliki tim individu terampil yang berfokus pada keputusan strategis untuk meningkatkan rantai pasokan.

4. Siklus Hidup Produk yang Pendek

Dengan meningkatnya personalisasi dan pengiriman hari berikutnya, siklus hidup produk menjadi semakin pendek. Akibatnya, rantai pasokan harus berkembang menjadi lebih cepat dan efisien. Dengan banyaknya perusahaan yang saat ini menggunakan satu rantai pasokan untuk semua produk, di masa depan mereka perlu mengembangkan banyak rantai pasokan untuk mengakomodasi berbagai siklus hidup guna mempertahankan keuntungan.

5. Logistik Elastis

Dalam rantai pasokan modern, tidak cukup hanya memiliki proses ramping, rantai pasokan harus fleksibel dan responsif terhadap pengaruh eksternal. Akibatnya, para eksekutif berharap untuk melihat peningkatan dalam penerapan pendekatan yang fleksibel – logistik elastis. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas atau mempersempit akomodasi permintaan.

6. Blockchain

Dengan visibilitas rantai pasokan tetap menjadi perhatian utama bagi organisasi, semakin banyak yang mencari kekuatan blockchain untuk mengakomodasi kebutuhan ini. Teknologi tersebut dapat membuat seluruh rantai pasokan lebih transparan untuk meminimalkan gangguan dan meningkatkan layanan yang diberikan.

Blockchain juga dapat memberikan perlindungan atas informasi karena metodenya yang terdesentralisasi, yaitu teknologi melindungi data agar tidak diedit.

7. IoT

Selain blockchain dan AI, banyak organisasi meningkatkan penggunaan perangkat IoT untuk meningkatkan visibilitas mereka. Sensor dapat dipasang di kendaraan, gudang, dan outlet untuk memberikan data yang diperlukan guna meningkatkan visibilitas dalam produksi, manajemen inventaris, dan pemeliharaan dengan sangat prediktif.

8. Otomasi Robotik

Dilaporkan bahwa pada paruh pertama tahun 2019 saja perusahaan-perusahan di AS menghabiskan US $ 869 juta untuk lebih dari 16.400 robot, otomasi robot memainkan peran penting dalam rantai pasokan dan manajemen rantai pasokan.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan drone dan kendaraan tanpa pengemudi untuk merampingkan operasi logistik, para pelaku bisnis berharap drone menjadi sepenuhnya mampu melakukan pengiriman barang-barang skala kecil serta menengah.