Tren Teknologi Rantai Pasokan di 2021 yang Harus Diperhatikan

Tren Rantai Pasokan

1. Keberlanjutan

Dengan meningkatnya kesadaran bahwa listrik dan transportasi adalah kontributor besar emisi gas rumah kaca, industri logistik ramah lingkungan mulai mempunyai daya tarik yang signifikan, dengan banyak perusahaan mencari sistem manajemen energi canggih dan kendaraan bertenaga listrik dan surya untuk menurunkan jejak karbon mereka secara keseluruhan.

Selain solusi ini, banyak organisasi mulai melihat perencanaan rantai pasokan cerdas iklim dalam manajemen rantai pasokan, karena efek perubahan iklim terhadap ketersediaan bahan dan sumber daya. Selain melestarikan lingkungan, mereka yang mengadopsi solusi berkelanjutan akan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dan loyalitas pelanggan, dengan 60% pelanggan senang membayar premi untuk produk berkelanjutan.

2. Rantai Pasokan Melingkar

Diprediksi rantai pasokan melingkar akan segera menggantikan rantai pasokan linier, mereka yang mengadopsi pendekatan rantai pasokan melingkar akan memperoleh keuntungan dari pengurangan biaya dalam jangka panjang, pengurangan limbah, dan pengurangan dampak terhadap lingkungan.

Pendorong utama dalam penerapan pendekatan ini adalah peraturan yang lebih ketat dalam hal daur ulang dan pembuangan limbah, serta potensi insentif untuk upaya berkelanjutan yang dilakukan.

3. Rantai Pasokan Sebagai Layanan

Sementara banyak organisasi mengelola aktivitas rantai pasokan mereka sendiri, para eksekutif di perushaan-perusahaan memperkirakan bahwa semakin banyak bisnis akan mengadopsi model rantai pasokan sebagai layanan, melakukan outsourcing seperti manufaktur, logistik, dan manajemen inventaris.

Diharapkan ketika tim manajemen rantai pasokan menjadi lebih kecil, perusahaan akan memiliki tim individu terampil yang berfokus pada keputusan strategis untuk meningkatkan rantai pasokan.

4. Siklus Hidup Produk yang Pendek

Dengan meningkatnya personalisasi dan pengiriman hari berikutnya, siklus hidup produk menjadi semakin pendek. Akibatnya, rantai pasokan harus berkembang menjadi lebih cepat dan efisien. Dengan banyaknya perusahaan yang saat ini menggunakan satu rantai pasokan untuk semua produk, di masa depan mereka perlu mengembangkan banyak rantai pasokan untuk mengakomodasi berbagai siklus hidup guna mempertahankan keuntungan.

5. Logistik Elastis

Dalam rantai pasokan modern, tidak cukup hanya memiliki proses ramping, rantai pasokan harus fleksibel dan responsif terhadap pengaruh eksternal. Akibatnya, para eksekutif berharap untuk melihat peningkatan dalam penerapan pendekatan yang fleksibel – logistik elastis. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas atau mempersempit akomodasi permintaan.

6. Blockchain

Dengan visibilitas rantai pasokan tetap menjadi perhatian utama bagi organisasi, semakin banyak yang mencari kekuatan blockchain untuk mengakomodasi kebutuhan ini. Teknologi tersebut dapat membuat seluruh rantai pasokan lebih transparan untuk meminimalkan gangguan dan meningkatkan layanan yang diberikan.

Blockchain juga dapat memberikan perlindungan atas informasi karena metodenya yang terdesentralisasi, yaitu teknologi melindungi data agar tidak diedit.

7. IoT

Selain blockchain dan AI, banyak organisasi meningkatkan penggunaan perangkat IoT untuk meningkatkan visibilitas mereka. Sensor dapat dipasang di kendaraan, gudang, dan outlet untuk memberikan data yang diperlukan guna meningkatkan visibilitas dalam produksi, manajemen inventaris, dan pemeliharaan dengan sangat prediktif.

8. Otomasi Robotik

Dilaporkan bahwa pada paruh pertama tahun 2019 saja perusahaan-perusahan di AS menghabiskan US $ 869 juta untuk lebih dari 16.400 robot, otomasi robot memainkan peran penting dalam rantai pasokan dan manajemen rantai pasokan.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan drone dan kendaraan tanpa pengemudi untuk merampingkan operasi logistik, para pelaku bisnis berharap drone menjadi sepenuhnya mampu melakukan pengiriman barang-barang skala kecil serta menengah.

Tren-tren yang Dapat Mendorong UMKM di 2021

Tren yang Memengaruhi UMKM di 2021

Pada masa pandemi ini, banyak bisnis berskala kecil harus menemukan solusi kreatif untuk bisa bertahan atau bahkan mendapatkan keuntungan yang lebih stabil. Jika pandemi belum mereda, tentu UMKM akan berpengaruh di 2021 ini.

Berikut adalah tren-tren yang diperkirakan akan mendorong UMKM di 2021 agar tetap dapat berkembang:

1. Jejak Digital Terlihat

Jejak digital dan visibilitas yang sangat baik akan menjadi keharusan bagi UMKM di tahun ini. Karena semua orang menghabiskan banyak waktu di internet, kehadiran dan pencitraan digital yang hebat akan sangat membantu. Ini adalah cara terbaik untuk menyoroti produk atau layanan Anda, karena Anda dapat terlibat langsung dengan pelanggan maupun calon pelanggan.

2. Kelincahan

Pembatasan sosial masih akan dilakukan oleh pemerintah, hal ini sangat mempengaruhi usaha kecil dan menengah. Namun, UMKM memiliki keunggulan dibandingkan perusahaan besar. Skala yang lebih kecil berarti memiliki titik fokus yang lebih baik dan lebih cepat; baik dalam segi pemberian layanan, pemasaran, atau penataan tim. Jika Anda memiliki bisnis kecil yang memiliki titik fokus baik, cepat, dan mudah beradaptasi selama masa turbulensi yang sedang berlangsung ini, semakin tinggi potensi kesuksesan Anda

3. Produktif Secara Virtual

Bisnis kecil membutuhkan tim digital yang mumpuni untuk mendapatkan produktivitas yang baik. Selama pandemi, setiap bisnis dihadapkan pada upaya digitalisasi, virtualisasi, dan dematerialisasi. UMKM pun harus bisa beradaptasi proses digitalisasi ini.

4. Paket Pra-Meeting

Tren yang akan mendorong bisnis kecil adalah penggunaan paket pra-meeting yang disesuaikan. Kejutan yang menyenangkan ini memanfaatkan kejenuhan di saat semua meeting serba digital. Banyak perusahaan mengirimkan paket ke karyawan sehari sebelum meeting online yang begitu padat. Isinya bisa berupa campuran makanan ringan, aksesoris kantor, atau alat tulis.

5. Ulasan Pelanggan

Ulasan pelanggan akan menjadi kunci bagi para pemain UMKM. Karena setiap orang merasakan kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi di sepanjang 2020, mereka akan mencari cara untuk menabung. Mereka mungkin lupa membeli nama merek besar dan mencari alternatif lain. Ini membuka pintu bagi bisnis kecil untuk turun tangan. Meskipun mereka mungkin tidak memiliki kredibilitas seperti merek besar, ulasan-ulasan positif dari pelanggan pasti dapat memengaruhi penjualan.

6. E-Commerce

Bisnis berskala kecil ada baiknya masuk ke dunia e-commerce. Semua yang ditawarkan bisnis harus memiliki komponen e-niaga agar bisnis dapat berjalan lebih mudah dan tidak terpaku pada cara konvensional yang dapat menahan laju bisnis tersebut.

7. Sistem Pengiriman yang Mumpuni

Ketika di saat ini digitalisasi bisnis akan lebih menyeruak, harus diimbangi juga dengan sistem pengiriman yang mumpuni. Ketika perjalanan bisnis sudah baik, sistem pengiriman dapat menjadi tembok terakhir yang menjadi perhatian. Sebaik apapun Anda melayani pelanggan dengan produk yang Anda tawarkan, namun pengiriman yang presisi seperti penggunaan fleet management system dapat menambah kepercayaan bisnis Anda.