Mengapa Sensor Berat Beban Muatan Berguna untuk Utilitas Truk Logistik?

Mengapa Sensor Berat Beban Muatan Berguna untuk Utilitas Truk Logistik?

Jembatan Timbang. Sumber Foto: Otoniaga.com

Setelah sebelumnya sudah dibahas tentang sensor beban muatan yang berguna untuk mengurangi biaya operasional, kali ini Anda perlu mengetahui juga bahwa sensor beban muatan berguna untuk utilitas truk logistik. 

Apa saja yang dimaksud? Berikut adalah beberapa alasannya: 

  1. Mengetahui Beban Muatan Sebelum Keberangkatan

Truk logistik yang bergerak di bidang transporter memberikan pelayanan jasa pengantaran barang dari satu warehouse ke warehouse lain. Beberapa pemilik warehouse biasanya tidak memiliki jembatan timbang sendiri, hal tersebut karena jembatan timbang dinilai mahal dan perlu menambah personel dalam mengoperasikannya. Hal ini akan menjadi bumerang bagi transporter karena saat pengantaran tanggung jawab akan diberikan kepada pihak truk, ketika sudah di jalan dan membawa beban melebihi batas ketentuan peraturan akan dikenakan denda yang menyebabkan pihak truk merugi. Dengan sensor beban muatan sebelum keluar dari warehouse, maka pihak truk dapat mengetahui beban riil dari muatan yang akan dibawa sehingga tidak mendapatkan penalti atau denda dari pelanggaran.

  1. Mengetahui Kendaraan Sudah Unloading di Tempat Tujuan

Saat ini truk logistik mengandalkan GPS tracker dan geofence untuk mengetahui sudah sampai tujuan atau belum, namun kenyataan di lapangan, notifikasi sampai di lokasi belum lah cukup. Dengan sensor beban muatan, perusahaan dapat mengetahui secara real-time kapan barang muatan telah di-unloading di tempat tujuan. Dengan mengetahui beban muatan telah kosong, maka perusahaan dapat memperkirakan rencana ke depan untuk truk tersebut tanpa perlu harus menunggu truk keluar dari geofence tempat unloading tersebut.

  1. Melihat Tren Data Beban Muatan

Sebagai keputusan yang tepat dalam sisi manajerial sangat membutuhkan tren data tentang berapa muatan yang dibawa harian atau bulanan atau tahunan dari seluruh armada. Dari data ini, maka keputusan untuk kuartal berikutnya dapat lebih tepat sasaran.

Adapun keputusan-keputusan yang mampu dibuat berdasarkan tren data beban muatan adalah:

  • Keputusan Membeli/Menyewa truk berdasarkan Berat Muatan yang Dapat Dibawa
  • Keputusan pembukaan Rute/cabang baru berdasarkan Beban Muatan
  • Keputusan Maintenance Truk Berdasarkan Beban Muatan
  • Keputusan Utilisasi Pengantaran Barang berdasarkan Beban Muatan

Share this article

Menggunakan Sensor Berat Beban Muatan Bisa Turunkan Biaya Operasional? Mitos atau Fakta?

Menggunakan Sensor Berat Beban Muatan Bisa Turunkan Biaya Operasional? Mitos atau Fakta?

Truk Terguling. Sumber Foto: Kabarrakyat.id

Pertanyaan pada judul di atas mungkin pernah terlintas di benak Anda. Namun, Anda masih belum tahu atau bingung akan jawabannya.

Mungkin juga Anda belum menggunakan sensor berat beban muatan karena belum mengetahui fungsi dan bahkan manfaatnya yang besar bagi keberlangsungan usaha Anda.

Berikut adalah beberapa alasan sensor berat beban muatan bisa membantu menurunkan biaya operasional perusahaan Anda.

1. Mengambil Tindakan sebelum As Roda Patah

Truk logistik seringkali membawa beban berlebih karena instruksi dari perusahaan demi mengejar keuntungan sekaligus menjaga loyalitas pelangganan setia. Alih-alih mendapatkan keuntungan, hati-hati malah rugi besar; bukannya untung, yang ada malah buntung. Ketika beban muatan melebihi batas kapasitas dari yang seharusnya akan meningkatkan resiko as roda patah. Ketika as roda patah maka sasis pada truk juga akan ikut rusak. Bukan hanya mengeluarkan biaya maintenance atau spare part yang harus diganti, namun juga merusak timeline truk tersebut dan akan menganggu operasional truk lain, karena truk cadangan akan sangat diperlukan guna mengantar muatan pada truk yang rusak tadi. Dengan sensor beban muatan yang bisa Anda dapatkan di Lacak.io, maka pengukuran beban muatan berlebih dapat terdeteksi sehingga kerugian-kerugian dapat dihindari.

2. Beban Operasional Truk Menjadi Bengkak

Terlepas dari kejadian as roda patah, ada juga beban operasional yang akan meningkat. Beberapa pelanggan membayar pengantaran berdasarkan jarak bukan berdasarkan berat beban yang dibawa. Ketika membawa beban yang berat maka konsumsi BBM akan menjadi meningkat, penggantian oli akan lebih sering terjadi, serta kampas rem menjadi cepat haus. Dari sisi komersil memang tidak terlalu terasa di awal, namun perlu diingat jika maintenance sejatinya terjadi di akhir. Maka laporan akhir tahun lah yang nantinya akan membengkak.

3. Mencegah Terjadinya Kecelakaan di Jalan Raya

Truk yang kelebihan beban muatan gaya dorongnya akan berkurang sehingga menyebabkan kurangnya torsi dan tenaga, terlebih saat jalan tanjakan. Jalur logistik di Indonesia memiliki kontur tanah yang naik turun, sehingga sudah pasti akan melalui jalur tanjakan. Ketika truk tidak mampu menanjak maka besar kemungkinan akan terjadi kecelakaan tunggal maupun kecelakaan yang merugikan orang lain. Bayangkan ketika truk tidak kuat menanjak lalu malah menabrak mobil di belakangnya.

Jadi lewat tiga poin di atas, dapat disimpulkan bahwa sensor berat beban muatan dapat menurunkan biaya operasional bukanlah mitos melainkan sebuah fakta di lapangan. Penggunaan sensor beban muatan diharapkan dapat membawa keuntungan lebih banyak lagi bagi perusahaan.

Share this article