Ini Alasan Lengkap Pendistribusian Vaksin di Indonesia Wajib Gunakan Fleet Management System

Ini Alasan Lengkap Pendistribusian Vaksin di Indonesia Wajib Gunakan Fleet Management System

Indonesia telah dilanda wabah Covid-19 sejak 2 maret 2020 sampai sekarang. Telah banyak hal yang dilakukan oleh pemerintah mulai dari PSBB, PSBB Sebagian, New Normal, sampai PKM namun kurva Covid-19 tidak kunjung menurun.

Kasus pertambahan Covid-19 di beberapa negara telah menurun seperti di US dan UK. Secara global pun kasus Covid-19 telah mulai menandakan penurunan, namun di Indonesia belum menandakan penurunan yang signifikan.

Solusi dalam menangani pandemi ini adalah dengan vaksinasi yang sudah diwacanakan sejak awal pandemi berlangsung. Vaksinasi telah dilakukan pertama kali pada tanggal 13 Januari 2021 dan akan berlanjut menargetkan 180 juta warga Indonesia.

Dalam distribusi vaksin terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu:

1)  Pengawasan lokasi real-time saat pengantaran

2)  Pengawasan real-time suhu tempat penyimpanan

3)  Pengawasan cara berkendara saat membawa muatan vaksin

Beda Vaksin, Beda Temperatur

Vaksin yang digunakan di Indonesia adalah Sinovac, Pfizer, Moderna, dan lainnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah tempat penyimpanan vaksin tersebut karena tiap vaksin memiliki suhu penyimpanan yang berbeda. Vaksin yang akan beredar secara nasional adalah Sinovac yang suhu penyimpanannya harus 2 – 6 derajat celcius. Sedangkan moderna harus berada -20 derajat celcius. Berbeda dengan Pfizer yang wajib disimpan di suhu ekstrem yaitu -70 derajat celcius.

 

Sumber Foto: Financial Times

 

Lacak.io memiliki sensor yang dapat ditempatkan pada suhu ekstrem -80 derajat celcius dan maksimal 200 derajat celcius, dan sensor tersebut dapat terhubung dengan tracker menggunakan Bluetooth Low Energy (BLE) sehingga tidak akan terjadi hubungan pendek atau korsleting dan tidak dapat dimanipulasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dari pemasangan sensor ini, maka vaksin dapat dipantau suhunya tetap terjaga sesuai dengan ambang batas. Ketika suhu di luar ambang batas maka tim pusat akan mendapatkan notifikasi peringatan sehingga dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

Pelacakan sebagai Solusi Distribusi

Untuk membantu dalam tracking distribution dapat menggunakan solusi GPS tracker. Dalam proses pengantaran vaksin dari titik A ke B ada 2 pilihan menggunakan truck chiller maupun menggunakan vaccine cooler.

Truk Chiller. Sumber Foto: Kompas.com

 

Vaccine Refrigerator. Sumber Foto: Bisnis.com

Ketika pengantaran menggunakan chiller truck maka dapat memasangkan sensor temperatur di dalam sisi muatan. Sedangkan ketika pengantaran menggunakan truk trailer yang membawa vaccine cooler refrigerator dapat memasangkan temperatur sensor di masing-masing refrigerator yang nantinya akan terhubung dengan GPS tracker.

Fungsi dari tracker ini mampu memastikan perjalanan sesuai dengan rute yang diberikan, memastikan Estimated Time Arrival (ETA) dari pengantaran vaksin, serta memastikan lokasi dari vaksin itu sendiri.

 Mengemudi Buruk, Tanggung Jawab Buruk

Terdapat 180 juta calon penerima vaksin di Indonesia. Bayangkan ketika 1% dari vaksin rusak karena gaya mengemudi yang buruk sehingga tabung vaksin rusak, maka terdapat 1,8 juta calon penerima yang tidak mendapatkan vaksin, hal tersebut akan menjadi buruk di mata masyarakat terkait pertanggungjawaban negara kepada warganya.

Maka dari itu GPS tracker yang terpasang di kendaraan harus memiliki sensor cara berkendara, apakah pengemudi berkendaraannya ugal-ugalan seperti rem mendadak, melakukan akselerasi berlebihan, menikung terlalu tajam, dan lain-lain.

Vaksin Anti Maling

Dalam menghindari adanya pencurian vaksin diperlukan penggunaan sensor pintu. Dengan penggunaan sensor pintu, maka pintu muatan dapat dipantau waktu dan lokasi saat dibuka. Ketika dibuka di luar wilayah yang ditentukan maka sistem dapat mengabarkan pusat jika terjadinya hal yang tidak wajar.

Selain penggunaan sensor pintu, diperlukan juga SOS button di dalam kabin supir yang berfungsi untuk mengetahui ketika adanya masalah ataupun hal-hal yang mencurigakan saat dalam perjalanan sehingga dapat meminta bantuan langsung ke tim pusat. Dari dua poin di atas sangatlah dibutuhkan demi menjamin keamanan vaksin dan keselamatan supir.

Distribusi Vaksin ke Pelosok

Distribusi vaksin di Indonesia tidak hanya dari kota ke kota. Tapi dari kota ke desa, dari desa ke desa, karena vaksin untuk semua. Dari wilayah paved road sampai off-road. Maka dari saat distribusi vaksin sangat mungkin tidak dapat diakses menggunakan kendaraan yang besar seperti truk dan trailer. Alternatifnya adalah menggunakan mobil pickup, motor ataupun dengan berjalan kaki. Dengan keterbatasan tersebut ditambah lagi menggunakan vendor pihak ketiga, maka solusi dalam tracking pengantaran dapat menggunakan portable tracker yang mampu tracking lokasi, mendeteksi ketika berhenti terlalu lama, maupun mencatat suhu di dalam box vaksin tersebut.

Solusi Topologi

Share this article

Apa Saja Tips Memilih GPS Tracker?

Tips Memasang GPS Tracker

Sistem pelacakan GPS digunakan untuk mengumpulkan lokasi kendaraan apapun secara real-time. Namun hanya sistem GPS berkualitas baik yang dapat menjamin transmisi data yang efisien ke server sehingga dapat mencapai tempat Anda dengan cepat sekaligus informasinya juga sangat akurat. Itulah mengapa Anda perlu mempertimbangkan beberapa factor sebelum memilih alat pelacak untuk armada Anda.

1. Pelacakan Real-time vs Sistem Pelacakan Pasif

Dalam sistem pelacakan pasif, semua data GPS disimpan di unit penerima, yang dapat Anda unduh di server lokal hanya setelah kendaraan kembali. Sistem pasif mengumpulkan informasi setiap 30 detik, tetapi membutuhkan banyak memori untuk menyimpan data. Di sisi lain, pelacakan aktif atau real-time menggunakan satelit atau modem seluler untuk sistem GPS. Atas dasar frekuensi yang telah ditentukan, pelacak terus memperbarui informasi di server yang bervariasi dari frekuensi 15 detik hingga sekali dalam sehari sesuai pengaturan. Ini memastikan bahwa Anda tidak perna menghadapi risiko kehilangan data.

2. Membandingkan Jangkauan

Banyak yang salah menilai jika pelacakan pasif secara komparatif lebih terjangkau ketimbang real-time. Orang merasa sistem wireless membuat biaya operasional bulanan menjadi lebih mahal. Padahal ini tidak benar sama sekali. Saat ini, sistem wireless justru membuat lebih terjangkau daripada sistem pasif. Justru, infrastruktur Wi-FI yang diperlukan untuk memilihara sistem pelacakan pasif secara teratur membuatnya lebih mahal. Idealnya, memilih solusi pelacakan GPS yang sesuai dengan kebutuhan Anda adalah keputusan yang terbaik. Harga pun juga dapat dibedakan karena fitur-fitur yang terdapat di dalamnya seperti sensor bahan bakar, sensor benturan, dan lain-lain.

3. Fitur Zona Geo-fence

Fitur ini digunakan untuk mengatur zona yang telah ditentukan pada kendaraan dengan fitur zona Geo-fence. Fitur ini mengirimkan pemberitahuan setiap kali ada kendaraan Anda meninggalkan atau memasuki zona tertentu. Ini juga membantu manajer mengetahui kapan kendaraan berada di area tertentu terutama ketika Anda tidak melacaknya dengan cermat.

4. Solusi Real-time Untuk Pengiriman Efektif

Pelacakan real-time bekerja paling baik dalam hal melacak kendaraan secara efektif dan lokasinya di peta selalu ter-update selama proses pengiriman. Ketersediaan informasi yang cepat memungkinkan operator armada mengambil tindakan segera dalam keadaan darurat dan memastikan penanganan operasional sehari-hari tanpa stres.

5. Fitur Notifikasi

Saat memilih solusi GPS yang ideal untuk pelacakan, pastikan bahwa ada sistem notifikasi yang mumpuni. Sistem pasif membuat manajer armada tidak punya pilihan selain terus memantau kendaraan hingga mencapai tujuan. Di sisi lain, dengan bantuan pelacakan real-time, operator dapat dengan mudah melacak kendaraan 24/7 bahkan dari lokasi yang jauh. Fitur seperti itu sangat penting karena manajer tidak selalu berada di depan laptop. Dengan pelacakan real-time, Anda dapat terus menerima pemberitahuan dan peringatan melalui perangkat seluler atau di e-mail.

6. Instalasi & Perawatan yang Mudah

Pemasangan dan pemeliharaan alat pelacak bisa sangat rumit. Perangkat dengan banyak tombol bisa sangat sulit dioperasikan. Bahkan jika Anda memiliki teknisi untuk melakukan semua keahlian tersebut, disarankan untuk memilih GPS yang menawarkan kemudahan instalasi dan pemeliharaan.

7. Laporan & Sistem Dasbor

GPS yang dilengkapi dengan fitur dasbor dan laporan historis dapat sangat bermanfaat bagi perusahaan manajemen armada jika Anda memiliki armada yang besar untuk dilacak. Fitur khusus ini memberi Anda akses langsung ke laporan dan lokasi yang terkait. Banyak sistem memiliki ketentuan untuk menawarkan catatan 90 hari terakhir. Catatan dan data semacam itu dapat digunakan untuk mengambil keputusan penting yang sangat berguna untuk mengetahui ROI Anda. Sistem ini juga bisa menampilkan laporan dalam bentuk grafik di dasbor. Data tersebut menampilkan berbagai detail termasuk waktu idling, total jarak tempuh penggunaan, penghentian, dan kecepatan berlebih. Saat Anda membandingkan metrik ini dengan kendaraan lain yang melakukan perjalanan dalam periode waktu yang berbeda, akan lebih mudah memantau tingkat optimal tenaga kerja Anda. Berdasarkan data ini, pemilik armada dapat mengambil keputusan yang tepat untuk memastikan penghematan bahan bakar dan peningkatan keuntungan dalam berbisnis.

Libur Natal, Apa Benar Truk Dilarang Lewat Tol?

Truk Dilarang Masuk Tol

Memasuki libur Natal dan Tahun Baru 2021, tercatat arus lalu lintas meningkat hingga 18 persen. Menurut data yang dihimpun dari Kompas.com, periode libur Natal dan Tahun Baru 2021 dibagi menjadi dua fase, yaitu 23-24 Desember dan 30-31 Desember.

Pada fase pertama, volume kendaraan di jalan tol akan mencapai 845.288 unit atau naik 24,4 persen dari tahun lalu. Sedangkan di fase kedua, volume kendaraan menjadi 813.477 unit atau naik 10,5 persen dari tahun lalu.

Hal ini dapat dianggap lumrah, karena di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, yang sudah membuat ruang gerak masyarakat sangat terbatas selama lebih dari setengah tahun, menyebabkan hasrat dan keinginan masyarakat untuk berpergian begitu meluap-luap.

Namun di balik kenaikan arus lalu lintas ini, ternyata kendaraan jenis truk dikabarkan tidak boleh melintas di jalan tol pada 23-24 Desember. Lewat akun Twitter resmi PT. Jasa Marga @PTJASAMARGA, mereka mengatakan, “Tanggal 23 – 24 Desember 2020 Pukul 00.00 – 24.00 WIB Truk Gol 3-5 DILARANG melintas di jalan tol, kecuali muatan Sembako/BBM/Ekspor-Impor. (Arus Mudik).”

Hal ini menyebabkan pro kontra karena mengindikasikan lesunya dunia usaha. Kondisi ekonomi yang juga belum pulih, membuat beberapa pemilik usaha menyayangkan kebijakan ini. Mereka menganggap seharusnya kinerja sektor logistik dapat menjadi prioritas demi menyelamatkan banyak pengusaha dari kebangkrutan. Mereka juga mengisyaratkan agar kebijakan yang dibuat tidak hanya memberatkan beberapa pihak saja.

Libur Natal dan Tahun Baru, Fleet Management System Sangat Dibutuhkan, Benarkah?

Libur Natal dan Tahun Baru dengan Fleet Management System

Memasuki penghujung tahun, banyak orang yang ingin pergi keluar kota untuk sekadar berlibur atau melepas penat. Apalagi saat ini kita masih berada di tengah masa-masa sulit pandemi Covid-19. Tentu saja banyak dari Anda memiliki hasrat untuk menyudahi tahun 2020 yang berat ini dengan liburan walau dalam waktu yang sangat singkat.

Kali ini, Anda pun dituntut sangat selektif untuk memilih bagaimana menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru. Pilihan untuk menggunakan transportasi umum kemungkinan besar akan dihindari, mengingat bahaya terpaparnya virus Covid-19. Akhirnya, Anda sekeluarga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan keamanan.

Saat ini banyak yang berpikiran fleet management system hanya digunakan untuk keperluan logistik perusahaan atau bisnis, namun sebenarnya dapat berguna untuk keperluan pribadi, salah satunya untuk berpergian keluar kota bersama keluarga besar.

Apa saja manfaat yang dapat dihasilkan fleet management system untuk keperluan liburan? Misalnya Anda ingin berpergian ke rumah orang tua, saudara, atau kerabat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama. Fleet management system dapat membantu Anda mengorganisir perjalanan menjadi lebih aman, efektif, dan efisien.

Dengan fleet management system, kendaraan Anda dapat dilacak secara real-time oleh keluarga Anda. Siapapun bisa mengingatkan jika Anda terlihat kelelahan dan pola mengemudi berubah. Anda pun dapat menentukan rute terbaik untuk mencapai tempat liburan yang dituju. Tak hanya itu, Anda dapat mengelola efisiensi bahan bakar dan mengurangi biaya-biaya yang sebenarnya tak perlu.

Liburan Natal dan Tahun Baru Anda dengan menggunakan kendaraan pribadi pun akan jadi lebih menyenangkan. Keluarga yang menunggu pun tidak merasa gelisah harus menunggu kabar Anda karena mereka dapat dengan mudah melacak keberadaan Anda. Mereka juga dapat mengetahui perkiraan waktu Anda tiba sehingga mereka pun bisa mempersiapkan diri untuk menyambut Anda.

Penggunaan Perangkat Fleet Management di Eropa Ditafsir Mencapai Angka 20 Juta di 2024, Bagaimana Indonesia?

Fleet Management System

Perangkat fleet management system yang terpasang di benua Eropa ditafsir akan mencapai angka 19,9 juta pada tahun 2024. Menurut laporan penelitian IoT Berg Insight, jumlah fleet management system aktif yang digunakan dalam armada kendaraan komersial di Eropa tercatat ada di angka 10,6 juta pada akhir 2019.

Pertumbuhan angka tahunan yang mencapai 13,4 persen ini diharapkan dapat mencapai angka 19,9 juta pada tahun 2024. Sebanyak 26 vendor fleet management system teratas di Eropa saat ini memiliki lebih dari 100.000 perangkat aktif.

Perusahaan Webfleet Solutions telah bertumbuh secara pesat selama beberapa tahun terakhir dan berhasil menjadi pemimpin pasar fleet management system di Eropa dengan total 787.000 perangkat terpasang pada akhir tahun 2019. Sementara itu, Berg Insight menobatkan Verizon Connect sebagai pemain terbesar kedua dengan total perangkat terpasang sebanyak 460.000 unit.

Adapun Targa Telematika menempati posisi ketiga dengan perangkat terpasang sekitar 400.000 unit. Mengikuti di tempat keempat dan kelima masing-masing Scania dan ABAX yang masing-masing mencapai 301.000 dan 270.000 unit. Masternaut, Bornemann, Viasat, Radius Telematics dan Gurtam juga berada di peringkat sepuluh besar penyedia fleet management system dengan perangkat masing-masing sebanyak 160.000 – 220.000 unit.

Beberapa pemain terkenal yang berada di luar daftar sepuluh besar adalah Transics, OCEAN (Orange), Teletrac Navman, Fleet Complete, Volvo, Quartix, GSGroup, Macnil, Daimler, Eurowag Telematics, Microlise, Ctrack (Inseego), AddSecure Smart Transport, Coyote, Otomotif Optimal, Cartrack, Trimble, Pelacakan RAM, MAN dan AROBS Transilvania Software.

Johan Fagerberg, Analis Berg Insight mengatakan, “Ada proses merger dan akuisisi besar yang telah terjadi dalam dua belas bulan terakhir di antara vendor sistem manajemen armada di Eropa.”

Radius Payment Solutions mengambil Key Telematics pada Desember 2019. TelliQ diakuisisi oleh Infobric pada Januari 2020 dan sekarang telah berganti nama menjadi Infobric Fleet. Pada bulan Maret, GPS Bulgaria mengakuisisi Mobiliz, penyedia fleet management system terbesar kedua di Turki. AddSecure Smart Transport sejauh ini telah melakukan 3 transaksi pada tahun 2020. Pada bulan Mei, AddSecure Smart Transport mengakuisisi Connexas, penyedia solusi transportasi pintar di seluruh Inggris, Uni Eropa, Amerika Utara dan Australia.

Sementara itu, bagaimana tren penggunaan fleet management system di Indonesia? Untuk di Indonesia sendiri, belum ada data dan analisa yang menyebutkan angka pasti berapa banyak penggunaan fleet management system. Namun, dilansir dari marketstudyreport.com, pasar fleet management system di kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan menunjukkan angka pertumbuhan pada periode 2020-2026. Faktor-faktor seperti lonjakan fasilitas transportasi di negara-negara berkembang, seperti China, Jepang, India, serta peraturan tentang keselamatan berkendara yang semakin ditegakkan akan sangat memengaruhi pertumbuhan bagi pasar fleet management system di seluruh kawasan Asia Pasifik. Jika dilihat dari beberapa faktor di atas, Indonesia pun tengah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari penggunaan fleet management system.