Libur Natal, Apa Benar Truk Dilarang Lewat Tol?

Truk Dilarang Masuk Tol

Memasuki libur Natal dan Tahun Baru 2021, tercatat arus lalu lintas meningkat hingga 18 persen. Menurut data yang dihimpun dari Kompas.com, periode libur Natal dan Tahun Baru 2021 dibagi menjadi dua fase, yaitu 23-24 Desember dan 30-31 Desember.

Pada fase pertama, volume kendaraan di jalan tol akan mencapai 845.288 unit atau naik 24,4 persen dari tahun lalu. Sedangkan di fase kedua, volume kendaraan menjadi 813.477 unit atau naik 10,5 persen dari tahun lalu.

Hal ini dapat dianggap lumrah, karena di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, yang sudah membuat ruang gerak masyarakat sangat terbatas selama lebih dari setengah tahun, menyebabkan hasrat dan keinginan masyarakat untuk berpergian begitu meluap-luap.

Namun di balik kenaikan arus lalu lintas ini, ternyata kendaraan jenis truk dikabarkan tidak boleh melintas di jalan tol pada 23-24 Desember. Lewat akun Twitter resmi PT. Jasa Marga @PTJASAMARGA, mereka mengatakan, “Tanggal 23 – 24 Desember 2020 Pukul 00.00 – 24.00 WIB Truk Gol 3-5 DILARANG melintas di jalan tol, kecuali muatan Sembako/BBM/Ekspor-Impor. (Arus Mudik).”

Hal ini menyebabkan pro kontra karena mengindikasikan lesunya dunia usaha. Kondisi ekonomi yang juga belum pulih, membuat beberapa pemilik usaha menyayangkan kebijakan ini. Mereka menganggap seharusnya kinerja sektor logistik dapat menjadi prioritas demi menyelamatkan banyak pengusaha dari kebangkrutan. Mereka juga mengisyaratkan agar kebijakan yang dibuat tidak hanya memberatkan beberapa pihak saja.

Libur Natal dan Tahun Baru, Fleet Management System Sangat Dibutuhkan, Benarkah?

Libur Natal dan Tahun Baru dengan Fleet Management System

Memasuki penghujung tahun, banyak orang yang ingin pergi keluar kota untuk sekadar berlibur atau melepas penat. Apalagi saat ini kita masih berada di tengah masa-masa sulit pandemi Covid-19. Tentu saja banyak dari Anda memiliki hasrat untuk menyudahi tahun 2020 yang berat ini dengan liburan walau dalam waktu yang sangat singkat.

Kali ini, Anda pun dituntut sangat selektif untuk memilih bagaimana menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru. Pilihan untuk menggunakan transportasi umum kemungkinan besar akan dihindari, mengingat bahaya terpaparnya virus Covid-19. Akhirnya, Anda sekeluarga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan keamanan.

Saat ini banyak yang berpikiran fleet management system hanya digunakan untuk keperluan logistik perusahaan atau bisnis, namun sebenarnya dapat berguna untuk keperluan pribadi, salah satunya untuk berpergian keluar kota bersama keluarga besar.

Apa saja manfaat yang dapat dihasilkan fleet management system untuk keperluan liburan? Misalnya Anda ingin berpergian ke rumah orang tua, saudara, atau kerabat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama. Fleet management system dapat membantu Anda mengorganisir perjalanan menjadi lebih aman, efektif, dan efisien.

Dengan fleet management system, kendaraan Anda dapat dilacak secara real-time oleh keluarga Anda. Siapapun bisa mengingatkan jika Anda terlihat kelelahan dan pola mengemudi berubah. Anda pun dapat menentukan rute terbaik untuk mencapai tempat liburan yang dituju. Tak hanya itu, Anda dapat mengelola efisiensi bahan bakar dan mengurangi biaya-biaya yang sebenarnya tak perlu.

Liburan Natal dan Tahun Baru Anda dengan menggunakan kendaraan pribadi pun akan jadi lebih menyenangkan. Keluarga yang menunggu pun tidak merasa gelisah harus menunggu kabar Anda karena mereka dapat dengan mudah melacak keberadaan Anda. Mereka juga dapat mengetahui perkiraan waktu Anda tiba sehingga mereka pun bisa mempersiapkan diri untuk menyambut Anda.

Penggunaan Perangkat Fleet Management di Eropa Ditafsir Mencapai Angka 20 Juta di 2024, Bagaimana Indonesia?

Fleet Management System

Perangkat fleet management system yang terpasang di benua Eropa ditafsir akan mencapai angka 19,9 juta pada tahun 2024. Menurut laporan penelitian IoT Berg Insight, jumlah fleet management system aktif yang digunakan dalam armada kendaraan komersial di Eropa tercatat ada di angka 10,6 juta pada akhir 2019.

Pertumbuhan angka tahunan yang mencapai 13,4 persen ini diharapkan dapat mencapai angka 19,9 juta pada tahun 2024. Sebanyak 26 vendor fleet management system teratas di Eropa saat ini memiliki lebih dari 100.000 perangkat aktif.

Perusahaan Webfleet Solutions telah bertumbuh secara pesat selama beberapa tahun terakhir dan berhasil menjadi pemimpin pasar fleet management system di Eropa dengan total 787.000 perangkat terpasang pada akhir tahun 2019. Sementara itu, Berg Insight menobatkan Verizon Connect sebagai pemain terbesar kedua dengan total perangkat terpasang sebanyak 460.000 unit.

Adapun Targa Telematika menempati posisi ketiga dengan perangkat terpasang sekitar 400.000 unit. Mengikuti di tempat keempat dan kelima masing-masing Scania dan ABAX yang masing-masing mencapai 301.000 dan 270.000 unit. Masternaut, Bornemann, Viasat, Radius Telematics dan Gurtam juga berada di peringkat sepuluh besar penyedia fleet management system dengan perangkat masing-masing sebanyak 160.000 – 220.000 unit.

Beberapa pemain terkenal yang berada di luar daftar sepuluh besar adalah Transics, OCEAN (Orange), Teletrac Navman, Fleet Complete, Volvo, Quartix, GSGroup, Macnil, Daimler, Eurowag Telematics, Microlise, Ctrack (Inseego), AddSecure Smart Transport, Coyote, Otomotif Optimal, Cartrack, Trimble, Pelacakan RAM, MAN dan AROBS Transilvania Software.

Johan Fagerberg, Analis Berg Insight mengatakan, “Ada proses merger dan akuisisi besar yang telah terjadi dalam dua belas bulan terakhir di antara vendor sistem manajemen armada di Eropa.”

Radius Payment Solutions mengambil Key Telematics pada Desember 2019. TelliQ diakuisisi oleh Infobric pada Januari 2020 dan sekarang telah berganti nama menjadi Infobric Fleet. Pada bulan Maret, GPS Bulgaria mengakuisisi Mobiliz, penyedia fleet management system terbesar kedua di Turki. AddSecure Smart Transport sejauh ini telah melakukan 3 transaksi pada tahun 2020. Pada bulan Mei, AddSecure Smart Transport mengakuisisi Connexas, penyedia solusi transportasi pintar di seluruh Inggris, Uni Eropa, Amerika Utara dan Australia.

Sementara itu, bagaimana tren penggunaan fleet management system di Indonesia? Untuk di Indonesia sendiri, belum ada data dan analisa yang menyebutkan angka pasti berapa banyak penggunaan fleet management system. Namun, dilansir dari marketstudyreport.com, pasar fleet management system di kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan menunjukkan angka pertumbuhan pada periode 2020-2026. Faktor-faktor seperti lonjakan fasilitas transportasi di negara-negara berkembang, seperti China, Jepang, India, serta peraturan tentang keselamatan berkendara yang semakin ditegakkan akan sangat memengaruhi pertumbuhan bagi pasar fleet management system di seluruh kawasan Asia Pasifik. Jika dilihat dari beberapa faktor di atas, Indonesia pun tengah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari penggunaan fleet management system.