Optimalkan Pengerjaan Spreader Perkebunan dengan Cara Ini!

Spreader Perkebunan. Sumber Foto: Agriexpo.online

Hambatan Spreader Perkebunan

Kami masih membahas masalah seputar industri perkebunan. Bagi Anda pemain industri perkebunan, pasti tidak asing dengan hambatan yang dialami dalam hal spreader perkebunan.

Kegiatan ini merupakan salah satu hal wajib yang tidak bisa disepelekan. Permasalahan yang biasanya muncul adalah saat spreader yang digunakan tidak bisa di-tracking atau dilacak. Selain itu juga, Anda tidak bisa mengetahui data dari performa spreader tersebut.

Lebih lanjut lagi, permasalahan digitalisasi juga menjadi ‘beban’ bagi Anda para pelaku industri perkebunan. Pekerjaan yang seharusnya mudah, menjadi begitu berat. Lalu, bagaimanya menyiasatinya?

Spreader Perkebunan

Optimalkan dengan GPS Tracker Lacak.io

GPS tracker dari Lacak.io diperlukan untuk mengoordinasikan kerja spreader; ketika sedang bertugas, ia mencakup wilayah perkebunan bagian mana saja sehingga tidak overlap atau bertabrakan dengan spreader lainnya.

Kita juga dapat menghitung performa spreader dari segi jarak tempuh, karena sejatinya dari jarak tempuh keluar masuk area perkebunan, kita dapat mengetahui bahwa spreader digunakan secara maksimal atau tidak, dengan kata lain, seberapa jauh spreader beroperasi.

Tak hanya itu saja, kita juga dapat mengetahui data proses penyiraman, seperti misalnya kapan penyemprotan spreader dilakukan. Hal ini dapat membantu kita dalam menghitung efektivitasnya. Beberapa spreader pun dapat dideteksi seberapa besar kekuatannya dalam melakukan penyemprotan.

Dapat Menghitung Perfoma dengan Physical Availability dan Utilisastion Availability

Lacak.io memungkinkan penghitungan performa kendaraan menggunakan Physical Availability (PA) dan Utilisastion Availability (UA) yang mengacu pada data engine hours dan data breakdown spreader.

Di perkebunan pun biasanya sudah menggunakan software GIS sehingga sangat memungkinkan kita memadukan dengan restful API. Kita dapat mengambil berbagai macam data, seperti working hours, standy hours, hingga repair hours.

Konektivitas

Untuk konektivitasnya sendiri, dapat menggunakan jaringan 2G, 4G, bahkan hingga Narrowband IoT (NB-IoT).  Untuk NB-IoT, kelebihannya adalah menghemat megabyte, data yang dikirim berukuran lebih kecil sehingga lebih hemat dalam hal database, serta tidak terlalu memakan daya baterai.

Share this article