Menggunakan Sensor Berat Beban Muatan Bisa Turunkan Biaya Operasional? Mitos atau Fakta?

Truk Terguling. Sumber Foto: Kabarrakyat.id

Pertanyaan pada judul di atas mungkin pernah terlintas di benak Anda. Namun, Anda masih belum tahu atau bingung akan jawabannya.

Mungkin juga Anda belum menggunakan sensor berat beban muatan karena belum mengetahui fungsi dan bahkan manfaatnya yang besar bagi keberlangsungan usaha Anda.

Berikut adalah beberapa alasan sensor berat beban muatan bisa membantu menurunkan biaya operasional perusahaan Anda.

1. Mengambil Tindakan sebelum As Roda Patah

Truk logistik seringkali membawa beban berlebih karena instruksi dari perusahaan demi mengejar keuntungan sekaligus menjaga loyalitas pelangganan setia. Alih-alih mendapatkan keuntungan, hati-hati malah rugi besar; bukannya untung, yang ada malah buntung. Ketika beban muatan melebihi batas kapasitas dari yang seharusnya akan meningkatkan resiko as roda patah. Ketika as roda patah maka sasis pada truk juga akan ikut rusak. Bukan hanya mengeluarkan biaya maintenance atau spare part yang harus diganti, namun juga merusak timeline truk tersebut dan akan menganggu operasional truk lain, karena truk cadangan akan sangat diperlukan guna mengantar muatan pada truk yang rusak tadi. Dengan sensor beban muatan yang bisa Anda dapatkan di Lacak.io, maka pengukuran beban muatan berlebih dapat terdeteksi sehingga kerugian-kerugian dapat dihindari.

2. Beban Operasional Truk Menjadi Bengkak

Terlepas dari kejadian as roda patah, ada juga beban operasional yang akan meningkat. Beberapa pelanggan membayar pengantaran berdasarkan jarak bukan berdasarkan berat beban yang dibawa. Ketika membawa beban yang berat maka konsumsi BBM akan menjadi meningkat, penggantian oli akan lebih sering terjadi, serta kampas rem menjadi cepat haus. Dari sisi komersil memang tidak terlalu terasa di awal, namun perlu diingat jika maintenance sejatinya terjadi di akhir. Maka laporan akhir tahun lah yang nantinya akan membengkak.

3. Mencegah Terjadinya Kecelakaan di Jalan Raya

Truk yang kelebihan beban muatan gaya dorongnya akan berkurang sehingga menyebabkan kurangnya torsi dan tenaga, terlebih saat jalan tanjakan. Jalur logistik di Indonesia memiliki kontur tanah yang naik turun, sehingga sudah pasti akan melalui jalur tanjakan. Ketika truk tidak mampu menanjak maka besar kemungkinan akan terjadi kecelakaan tunggal maupun kecelakaan yang merugikan orang lain. Bayangkan ketika truk tidak kuat menanjak lalu malah menabrak mobil di belakangnya.

Jadi lewat tiga poin di atas, dapat disimpulkan bahwa sensor berat beban muatan dapat menurunkan biaya operasional bukanlah mitos melainkan sebuah fakta di lapangan. Penggunaan sensor beban muatan diharapkan dapat membawa keuntungan lebih banyak lagi bagi perusahaan.

Share this article