Maraknya kecelakaan lalu lintas, baik yang menyebabkan korban jiwa maupun tidak, sering kali disebabkan oleh kesalahan dari pengemudi. Jika dibuat ke dalam perbandingan, sebanyak 60% faktor kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh manusia, 31% disebabkan oleh lingkungan dan prasarana, serta 9% disebabkan oleh kondisi kendaraan itu sendiri.

Lantas apa saja kesalahan manusia yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas? Ini jawabannya:

  • Menyetir dalam keadaan mengantuk

Tidak jarang kita mendapati ada pengemudi yang berkendara dalam keadaan mengantuk. Padahal hal ini jelas membahayakan untuk dirinya dan juga orang disekitarnya. Saat mengantuk, tingkat fokus akan berkurang yang mengakibatkan menyetir tidak sebagaimana harusnya. Ketika pengemudi sudah tidak bisa menyetir dengan konsentrasi penuh, tingkat resiko kecelakaan pun akan semakin tinggi. Tingkat waspada pengemudi terhadap keadaan di sekitarnya pun akan menurun yang akan berakhir pada kecelakaan lalu lintas. Ciri-ciri pengemudi yang menyetir dalam keadaan mengantuk dapat dilihat dari laju mobil yang tidak pada jalurnya, serta pada tingkat kecepatan kendaraan yang naik turun. Selain itu, sering berhenti mendadak tanpa ada penyebabnya, bisa menjadi salah satu tanda bahwa pengemudi tersebut sedang menyetir dalam keadaan mengantuk.

  • Menyetir setelah minum minuman keras

Alkohol dan minuman keras lainnya tentu saja memiliki efek samping bagi mereka yang mengonsumsinya. Salah satu efek samping yang mungkin timbul adalah mengantuk, konsentrasi menurun, serta menurunnya ketajaman visual. Pengemudi yang berada di bawah pengaruh minuman keras seringkali menjadi tidak waspada yang berakibat pada tidak sadar kecepatan kendaraan saat itu. Dampak lainnya yaitu pandangan pengemudi akan menjadi kabur. Hal ini menunjukkan seberapa bahayanya mengemudi dibawah pengaruh minuman keras. Jika memang kondisi memaksa Anda untuk berkendara, tunggu terlebih dahulu hingga efek minuman keras tersebut hilang. Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan, mengemudi setelah minum minuman keras dapat menyebabkan anda terjerat hokum yang berlaku.

  • Melakukan aktivitas lain saat sedang menyetir

Masih banyak di luar sana yang menyetir sambal melakukan aktivitas lain. Jenis aktivitasnya pun bermacam-macam, namun bermain gadget dan merokok menjadi salah satu yang paling sering dilakukan. Pada dasarnya, manusia harus memiliki konsentrasi penuh saat sedang menyetir. Namun tentu saja konsentrasi itu akan terbagi ke banyak hal, jika mereka melakukan aktivitas lain sambil menyetir. Oleh karena itu ketika sedang menyetir, pengemudi harus memastikan bahwa konsentrasi sepenuhnya ditujukan untuk menyetir dan bukan untuk yang lainnya.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, demi menghindari resiko kecelakaan lalu lintas, kita sebagai pengemudi juga harus menghindari melakukan hal-hal yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berkendaralah dengan baik dan benar supaya tidak merugikan diri sendiri dan juga sekitar.