Lacak.io Temukan Solusi Ampuh Atasi Masalah Industri Perkebunan

Perkebunan Sawit
Perkebunan Sawit. Sumber Foto: Good News from Indonesia

Industri Perkebunan Menjanjikan

Industri perkebunan sedang ramai digandrungi oleh para pelaku bisnis. Bahkan baru-baru ini, industri perkebunan—secara khusus di bidang kelapa sawit—digadang-gadang mampu menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 16 juta tenaga kerja yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tingginya nilai investasi di sektor perkebunan membuat industri yang satu ini menjadi salah satu yang menjanjikan. Namun, bukan berarti tidak ada masalah yang muncul, terlebih lagi jika ditinjau dari hal-hal teknis terkait operasional.

Petugas Fertilisasi Sulit Dipantau

Salah satu masalah yang sekarang banyak digumuli adalah sulitnya memantau para petugas fertilisasi yang bekerja di lapangan. Apalagi, satu perusahaan kelapa sawit bisa memiliki ratusan hingga ribuan petugas fertilisasi. Ditambah, konektivitas atau jaringan internet yang sulit ditemukan di daerah perkebunan membuat para pelaku industri perkebunan pusing bukan kepalang.

Lacak.io memberikan solusi ampuh dengan sebuah alat mini tracker yang memiliki banyak manfaat bagi para pelaku industri perkebunan. Alat ini dapat memantau para petugas fertilisasi. Kita bisa mengetahui kapan petugas tersebut keluar atau masuk area perkebunan.

Umumnya, satu perusahaan memiliki beberapa wilayah perkebunan, dengan alat ini, kita dapat mengetahui apakah petugas fertilisasi sudah menyelesaikan tugasnya di wilayah pertama atau belum; atau mungkin di wilayah pertama tugasnya belum selesai, ia sudah lanjut bekerja di wilayah berikutnya. Pergerakan-pergerakan semacam ini dapat dipantau menggunakan alat mini tracker yang ditawarkan Lacak.io.

Petugas Fertilisasi
Petugas Fertilisasi. Sumber Foto: Kompas.com

Menilai Performa Petugas Fertilisasi

Hal penting lainnya adalah kepuasan mandor terhadap para petugas fertilisasi. Mini tracker ini juga bisa mengkalkulasikan performa dari masing-masing pekerja, karena mini tracker ini dapat menghitung berdasarkan jarak (kilometer), jadi seberapa besar cakupan area yang sudah difertilisasi oleh petugas terkait.

Mini tracker ini juga memiliki sensor getaran, sehingga jika petugas malas bekerja dan tidak ada pergerakan sama sekali, dapat dengan mudah terindikasi bahwa petugas tersebut tidak bekerja ataupun kedapatan tidur.

Jaminan Keselamatan Petugas Fertilisasi

Sensor getaran yang ada pada mini tracker juga bisa di-setting untuk mengetahui jika petugas fertilisasi terjatuh atau bahkan pingsan, yang bisa diakibatkan karena kelelahan atau bahaya-bahaya lain yang bisa saja terjadi padanya.

Pastikan Sawit Anda dalam Keadaan Sehat

Tombol yang terdapat di mini tracker juga dapat digunakan oleh petugas fertilisasi untuk menentukan titik koordinat tanaman sawit yang rusak terkena hama, kurang mendapatkan nutrisi, atau mungkin penyakit-penyakit lainnya, seperti akar busuk (blast disease), pangkal batang busuk (basal stem rot), kuncup busuk (spear rot), dan lain sebagainya.

Konektivitas dan Daya Mini Tracker

Mini tracker menggunakan sinyal 2G, yang notabene sudah dapat digunakan di kawasan perkebunan. Adapun jika di perkebunan sinyal tidak terdeteksi, alat ini akan tetap menyimpan data di internal memory, sehingga jika petugas fertilisasi sudah kembali ke kantor pusat, maka data pekerjaan petugas terkait dapat langsung dianalisa. Penyimpanan data tersebut juga bisa mencapai waktu selama dua bulan.

Sementara untuk baterai, mini tracker ini kuat bekerja hingga 48 jam, tergantung penggunaannya. Jika mini tracker ini digunakan untuk memantau secara real-time, dapat menggunakan power bank tambahan untuk menambah daya tahan baterainya.

Terakhir, mini tracker ini sudah mendapatkan sertifikasi IP67, yang berarti kuat menghadapi debu dan air. Mini tracker ini dapat bertahan dalam kedalaman air 1 meter selama 1 menit. Jika terjatuh dan terkena genangan air, kecil kemungkinan mini tracker ini mengalami kerusakan.

Share this article