Kecelakaan truk dapat menjadi sangat menakutkan karena bisa menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian. Sebuah truk trailer atau semi-truk dapat mengangkut beban lebih dari 15 ton, yang berarti mobil penumpang tidak sebanding, karena kendaraan penumpang rata-rata hanya memiliki berat lebih kurang 2 ton. Selain dari faktor bobot, pengemudi truk komersial berukuran besar berada jauh lebih tinggi di kabin, sementara posisi mengemudi mobil penumpang jauh lebih dekat ke tanah. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan akibat yang lebih parah jika kecelakaan truk terjadi.

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab paling umum dari kecelakaan truk:

  1. Kelelahan Pengemudi

Mengemudi truk adalah pekerjaan dengan tekanan dan stress yang tinggi. Seringkali, perusahaan angkutan truk akan meminta pengemudi untuk mengirimkan barang ke tujuan tertentu dalam waktu singkat. Itu berarti mereka mengemudi jarak jauh dengan hanya memiliki sedikit waktu istirahat.

Kadang-kadang, jarak yang ditempuh membutuhkan waktu beberapa hari di jalan sehingga pengemudi hanya memiliki sangat sedikit waktu tidur (dan bahkan kualitas tidur yang kurang). Akibatnya, mereka kehilangan konsentrasi dan koordinasi serta lebih lambat bereaksi terhadap situasi jalan raya. Belum lagi dengan kemungkinan yang sangat berbahaya, yaitu tertidur pada saat mengemudi.

Ada undang-undang dan peraturan tentang berapa jam pengemudi truk dapat mengemudi dalam satu shift, berapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan, dan kapan waktu istirahat harus diambil. Namun, banyak perusahaan tidak mengikuti aturan ini dan kelelahan pengemudi tetap menjadi salah satu masalah terbesar di dunia logistik.

2. Distraksi Saat Mengemudi

Mengalami distraksi saat mengemudi adalah masalah umum. Hal ini terjadi di jalan-jalan umum, seperti di jalan raya. Ada hal-hal yang mengalihkan perhatian dari tugas utama mengemudi. Perjalanan jarak jauh bisa membosankan. Di daerah pedesaan, pengemudi mungkin tidak memiliki sinyal radio yang baik, sehingga tidak banyak hiburan. Kebosanan itu mungkin membuat pengemudi truk mengambil risiko mengirim pesan, melihat ponsel mereka untuk menyaksikan video, memutar lagu-lagu, makan, atau melakukan hal lain. Bahkan saat mengganti stasiun radio pun adalah tindakan sepele yang dapat mengalihkan perhatian dan menganggu konsentrasi pengemudi.

3. Alkohol dan Obat-obatan

Anda mungkin tidak menganggap tingkat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan menjadi salah satu faktor kecelakaan yang tinggi, namun kenyataannya demikian. Beberapa pengemudi truk menggunakan beberapa obat-obatan seperti amfetamin ataupun minuman-minuman berenergi untuk merangsang diri mereka agar tetap terjaga saat mengemudi.

Dikutip dari American Addiction Centers, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa 30% pengemudi truk mengaku mengonsumsi amfetamin saat bekerja. Obat-obatan ini membuat pengemudi tetap terjaga secara tidak wajar, sehingga memaksa mereka untuk mengambil lebih banyak resiko seperti mengemudi lebih cepat, mengubah jalur yang tidak aman, dan menggunakan manuver beresiko dalam cuaca buruk. Begitu stimulan mulai hilang, pengemudi malah tertidur karena kelelahan.

4. Mengebut dan Menyalip

Karena tekanan dari atasan untuk tiba di waktu yang telah ditentukan, pengemudi mungkin mengemudikan truk dengan lebih cepat dari yang seharusnya, atau mungkin lebih cepat dari peraturan yang telah ditetapkan. Mungkin pengemudi akan berpikir mereka bisa saja kehilangan pekerjaan karena barang dikirim tidak tepat waktu, sehingga cenderung mempercepat laju truk untuk sampai ke tempat tujuan. Hal ini menyebabkan pengemudi melegalkan segala cara di tengah jalan.

5. Pelatihan yang Buruk

Di Amerika dan Eropa, ada peraturan dan persyaratan tentang berapa jam pelatihan yang harus dilakukan seorang pengemudi untuk mengemudikan kendaraan komersial. Di Indonesia sendiri, tampaknya pelatihan terhadap pengemudi truk harus lebih banyak diadakan secara berkala.

6. Pemuatan Kargo yang Tidak Tepat

Setiap pemuatan kargo harus memiliki ukuran tertentu, seperti panjang, lebar, dan batas tinggi. Jika truk membawa bahan berbahaya, ada peraturan yang lebih ketat tentang cara penanganannya. Namun, kesalahan tetap saja terjadi sehingga beban yang melebihi batas maksimal dapat membuat truk terlalu berat sehingga kemungkinan besar akan jatuh atau mengalami hal-hal lain yang tidak diinginkan. Jika muatan jatuh ke jalan, ini dapat menyebabkan kecelakaan yang sangat parah. Apalagi jika muatan merupakan bahan berbahaya yang mudah terbakar sehingga menciptakan situasi berbahaya lainnya dan dapat merugikan sesama pengendara di jalan.