Berencana Menghabiskan Libur Natal dan Tahun Baru? Perhatikan Hal Berikut

Garasi Mobil

Anda berencana menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru keluar kota? Tentu hal tersebut akan sangat menyenangkan, apalagi kesempatan ini sudah lama dinantikan atau sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari.

Bagi Anda yang memiliki kendaraan-kendaraan di rumah, banyak yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kendaraan kesayangan tersebut. Anda harus tetap menghindari kendaraan Anda dari permasalahan teknis maupun non teknis seperti tindak pencurian.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda perhatikan sebelum Anda berpergian di masa libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini:

1. Jangan Menggunakan Rem Tangan saat Anda Pergi

Mengaktifkan rem tangan dalam waktu lama dapat menyebabkan bantalan rem menjadi macet. Jika ini terjadi, Anda akan mendapat masalah saat Anda mengendarainya setelah selesai berlibur. Hal yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan penahan roda, seperti sepotong kayu atau bahkan batu bata.

2. Parkir di Dalam Ruangan atau Gunakan Penutup Mobil

Jika memungkinkan, parkir mobil Anda di dalam ruangan. Ini akan lebih aman dan lebih bersih. Jika Anda tidak memiliki opsi ini, belilah penutup yang berkualitas yang tidak membuat rusak cat mobil Anda. Pastikan membeli yang sesuai dengan model atau tipe mobil Anda. Selain itu, hindari menggunakan penutup jika di dalam ruangan karena akan membuat kelembapan yang lebih cepat menguap.

3. Bersihkan Interior Sebelum Memarkir Mobil

Anda mungkin meninggalkan sampah di dalam mobil, termasuk tisu, botol air, atau kemasan makanan. Semua ini bisa membusuk atau, lebih buruk lagi, menarik hewan atau bakteri yang dapat merusak keset lantai, sarung jok, dan bahkan kabel-kabel.

4. Isi Tangki Bahan Bakar

Salah satu masalah utama dari meninggalkan mobil yang tidak digunakan adalah karat di bagian dalam tangki bahan bakar. Cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah dengan mengisi bensin hingga penuh dengan bahan bakar berkualitas. Ini akan mencegah kelembapan masuk ke tangki dan mencegah karat pada tangki bahan bakar. Tentu saja, pastikan tangki juga tertutup rapat.

5. Gunakan Fleet Management System

Anda mungkin sudah yakin dengan sistem keamanan di rumah, dengan adanya bantuan sekuriti perumahan atau orang yang Anda percayai. Namun tetap saja, pencurian kendaraan bermotor bisa tetap terjadi jika ada celah. Menggunakan fleet management system dapat menjadi sarana yang tepat untuk menjamin keamanan kendaraan Anda. Meski sedang pergi berlibur, Anda tetap dapat melacak kendaraan Anda secara real-time sehingga jika ada pergerakan mencurigakan, Anda dapat langsung mengetahuinya.

Libur Natal, Apa Benar Truk Dilarang Lewat Tol?

Truk Dilarang Masuk Tol

Memasuki libur Natal dan Tahun Baru 2021, tercatat arus lalu lintas meningkat hingga 18 persen. Menurut data yang dihimpun dari Kompas.com, periode libur Natal dan Tahun Baru 2021 dibagi menjadi dua fase, yaitu 23-24 Desember dan 30-31 Desember.

Pada fase pertama, volume kendaraan di jalan tol akan mencapai 845.288 unit atau naik 24,4 persen dari tahun lalu. Sedangkan di fase kedua, volume kendaraan menjadi 813.477 unit atau naik 10,5 persen dari tahun lalu.

Hal ini dapat dianggap lumrah, karena di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, yang sudah membuat ruang gerak masyarakat sangat terbatas selama lebih dari setengah tahun, menyebabkan hasrat dan keinginan masyarakat untuk berpergian begitu meluap-luap.

Namun di balik kenaikan arus lalu lintas ini, ternyata kendaraan jenis truk dikabarkan tidak boleh melintas di jalan tol pada 23-24 Desember. Lewat akun Twitter resmi PT. Jasa Marga @PTJASAMARGA, mereka mengatakan, “Tanggal 23 – 24 Desember 2020 Pukul 00.00 – 24.00 WIB Truk Gol 3-5 DILARANG melintas di jalan tol, kecuali muatan Sembako/BBM/Ekspor-Impor. (Arus Mudik).”

Hal ini menyebabkan pro kontra karena mengindikasikan lesunya dunia usaha. Kondisi ekonomi yang juga belum pulih, membuat beberapa pemilik usaha menyayangkan kebijakan ini. Mereka menganggap seharusnya kinerja sektor logistik dapat menjadi prioritas demi menyelamatkan banyak pengusaha dari kebangkrutan. Mereka juga mengisyaratkan agar kebijakan yang dibuat tidak hanya memberatkan beberapa pihak saja.