Remote working atau working from home merupakan istilah yang biasa digunakan untuk kerja dalam jarak jauh. Budaya kerja seperti ini tentu saja memungkinkan para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya dimana saja tanpa harus datang ke kantor. Bisa saja mereka berada di luar kota, luar negeri atau dimanapun untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Adapun cara mereka bekerja serta berkomunikasi dengan pihak kantor tentu saja mengandalkan kecanggihan teknologi yang ada.

Menurut laporan yang dilansir oleh Forbes, sebanyak dua puluh enam persen pekerja professional di Amerika Serikat memutuskan untuk keluar dari pekerjaan mereka demi bergabung ke perusahaan yang menyediakan pilihan remote working bagi karyawannya.

Sedangkan menurut periset di Penn State University, pegawai yang diberikan kebebasan untuk remote working akan lebih produktif karena tidak perlu memaksakan diri untuk berangkat ke kantor setiap harinya, dengan jam yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

Remote working dapat dikatakan akan menjadi salah satu budaya kerja yang akan banyak diterapkan di masa depan nanti. Tentu saja dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada.

Lalu apa saja keuntungan yang didapatkan dari remote working ini? Berikut diantaranya:
  1. Bekerja dapat dilakukan di banyak kesempatan dan tidak terbatas. Para pekerja bisa bekerja dimana saja sesuai waktu kerja yang ada. Di samping itu, perusahaan pun memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerja terbaik.
  2. Memaksimalkan waktu yang ada. Remote working membuat para pekerja tidak harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan menuju kantor. Waktu yang biasa dihabiskan dalam perjalanan menuju kantor dapat diganti untuk melakukan pekerjaan yang ada.
  3. Bisa memilih sendiri waktu yang efektif untuk bekerja, tentu saja dengan total jam yang diharuskan oleh perusahaan. Setiap orang tentu saja memiliki waktu efektif yang berbeda untuk melakukan suatu pekerjaan.
  4. Dilihat dari sisi perusahaan, tentunya akan lebih menghemat biaya operasional. Perusahaan dapat mengurangi biaya listrik, space, perlengkapan kerja dan lain sebagainya.
Lantas apakah budaya remote working tetap membutuhkan fasilitas dari kantor?

Meski diberikan kebebasan untuk bekerja dimana saja dan kapan saja, perusahaan tetap harus memonitor dan mengetahui kinerja para pekerjanya. Dibolehkan untuk remote working bukan berarti para pekerja bisa “seenaknya” dalam bekerja. Teknologi yang semakin canggih tentu saja dapat menjadi salah satu fasilitas yang dapat diberikan oleh perusahaan kepada para pekerjanya.

Bagi beberapa perusahaan, merupakan hal yang penting untuk mengetahui lokasi tiap pekerjanya saat sedang melakukan remote working. Tidak hanya lokasi, waktu yang mereka gunakan untuk bekerja pun perlu diketahui untuk melihat seperti apa kinerja dari para pegawainya. Mengandalkan komunikasi secara rutin kepada tiap pekerja yang melakukan remote working bukanlah hal yang efektif. Micro manage seperti ini dapat membuat salah satu atau kedua belah pihak merasa terganggu dan tidak nyaman.

Berbeda jika perusahaan sudah memiliki atau menerapkan sebuah teknologi untuk memfasilitasi para pekerja yang remote working. Daftar tugas, waktu dan lokasi para pekerja tetap dapat dipantau oleh pihak perusahaan. Adanya fasilitas seperti ini tentu saja memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Perusahaan tetap dapat memonitor kinerja para pekerjanya, dan para pekerja dapat melakukan pekerjaan secara efektif dengan adanya kebebasan untuk bekerja secara remote.