Bisnis tranportasi dan logistik bisa sangat menguntungkan, tetapi juga sangat kompetitif. Banyak pengusaha mencoba masuk ke bisnis ini, tetapi akhirnya gagal. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang kurang memiliki pengetahuan dan kemampuan.

Membangun binsis transportasi dan logistik yang sukses bukan hanya mampu memilih rute yang baik atau mengirim barang dengan lebih cepat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk mengembangkan bisnis transportasi dan logistik.

1. Gunakan Metode Pengiriman yang Paling Cocok

Sebagai pemilik atau manajer, Anda mungkin sudah mengetahui tentang dua metode pengiriman yang paling umum; Less Than Truckload (LTL) dan Full Truckload (FTL). Namun, jika Anda baru memulai bisnis transportasi dan logistik, memilih metode pengiriman yang tepat bisa jadi rumit. Oleh karena itu, mari kita cari tahu perbedaan antara kedua metode ini.

Apa yang Kurang dari Less Than Truckload?

LTL adalah metode pengiriman yang menggabungkan beberapa pengiriman dari klien yang berbeda. Jadi, klien Anda hanya membayar berdasarkan berat barang atau ruang yang mereka butuhkan untuk menyimpan barang mereka. Jika klien hanya mengambil sepertiga dari ruang, maka mereka hanya perlu membayar sepertiga dari truk.

LTL adalah pilihan yang tepat jika Anda memiliki banyak klien dari bisnis skala kecil, karena umumnya mereka hanya perlu mengirimkan barang dalam jumlah kecil, tetapi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai tujuan karena sering singgah di tempat lain. Metode pengiriman ini juga rentan terhadap kesalahan pemenuhan karena banyaknya barang dari pengirim yang berbeda. Oleh karena itu, kurir Anda harus sangat berhati-hati saat mengatur semua pengiriman.

Apa itu Full Truckload?

FTL adalah jenis transportasi angkutan darat yang memungkinkan perusahaan untuk mengirimkan barangnya menggunakan truk utuh terlepas dari jumlah barang yang dimuat ke dalam truk. Jadi, mereka diharuskan membayar untuk satu truk. Namun, sebagian besar bisnis transportasi dan logistik menawarkan jenis dan ukuran truk yang berbeda berdasarkan jumlah dan berat kargo.

Pengiriman FTL biasanya digunakan oleh bisnis transportasi dan logistik yang kliennya berasal dari perusahaan besar dan mengirim dalam jumlah banyak. Keuntungan dari metode ini adalah waktu pengiriman yang lebih cepat dan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Namun, ongkos kirim cenderung lebih mahal.

Metode pengiriman mana yang harus saya pilih?

Untuk mengetahui metode pengiriman mana yang harus Anda pilih, Anda harus terlebih dahulu mempertimbangkan siapa klien Anda, jenis barang apa yang biasanya Anda kirim, dan berapa banyak transportasi yang Anda miliki. Jika Anda memiliki banyak klien dari berbagai ukuran bisnis, maka Anda dapat menggabungkan metode FTL dan LTL. Namun, Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki tipe yang berbeda dan jumlah angkutan yang banyak sehingga Anda dapat memenuhi permintaan.

2. Isi Tarif yang Tepat

Tarif jasa pengiriman Anda menentukan seberapa besar keuntungan yang akan Anda peroleh. Tarif Anda harus cukup tinggi untuk menghasilkan keuntungan dan menutupi biaya operasional Anda. Namun, menetapkan tarif Anda terlalu tinggi tanpa nilai tambah dapat menyebabkan Anda kalah dari pesaing Anda.

Ingat, ada banyak bisnis transportasi dan logistik lain di luar sana yang juga menargetkan prospek Anda. Selain itu, Anda juga harus bersaing dengan broker dengan penawaran yang menarik. Jadi, Anda perlu melakukan riset pasar. Dan, jika Anda ingin menaikkan tarif Anda, pastikan Anda memiliki nilai tambah yang juga menguntungkan klien Anda, misalnya seperti aplikasi pelacakan pengiriman atau waktu pengiriman yang lebih singkat.

3. Analisis dan Kontrol Biaya Operasional Anda

Memahami biaya operasional Anda sangat penting. Jika Anda tidak mengetahui biaya tetap dan variabel Anda secara tepat, maka Anda akan kesulitan mengetahui untung dan rugi. Biaya yang ditentukan tetap meliputi gaji pengemudi, asuransi, perizinan, dan sebagainya. Sementara itu biaya variabel meliputi biaya bahan bakar dan pemeliharaan.

Biaya bahan bakar biasanya merupakan bagian tersulit untuk dilacak. Namun, denganfleet management system, pelacakan penggunaan bahan bakar menjadi mudah. Sistem ini memungkinkan Anda untuk memantau penggunaan bahan bakar per truk, sehingga memudahkan Anda untuk mengetahui truk mana yang mengonsumsi bahan bakar paling banyak, jarak tempuh truk yang telah ditempuh, dan berapa biaya bahan bakar yang dikeluarkan oleh setiap truk.

Menghemat biaya operasional jauh lebih mudah jika Anda memiliki sistem akuntansi yang efisien. Laporan keuangan manual biasanya rawan kesalahan dan menyulitkan Anda untuk mengetahui pendapatan bisnis Anda. Tetapi dengan sistem akuntansi otomatis, Anda tidak hanya dapat mengetahui keuntungan dan kerugian Anda secara komprehensif dan mendapatkan data keuangan real-time, tetapi Anda juga dapat memperkirakan pendapatan dan pengeluaran Anda secara akurat, sehingga arus kas Anda tetap terkendali.

4. Gunakan Solusi Otomatis untuk Bisnis Transportasi

Mengelola bisnis transportasi dan logistik secara manual memang melelahkan dan menjengkelkan apalagi jika transportasi Anda banyak. Untuk itu, Anda perlu mengetahui beragam hal; faktor apa yang menyebabkan kerugian, faktor apa yang perlu diperbaiki, atau faktor apa yang menghasilkan keuntungan.

Untuk bisa menonjol dari pesaing Anda, Anda harus terus meningkatkan manajemen transportasi Anda. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menerapkan solusi otomatis untuk bisnis transportasi atau yang lebih dikenal dengan fleet management system.  Sistem ini memungkinkan Anda untuk menyimpan dan mengelola semua data yang terkait dengan operasi transportasi Anda secara terpusat. Penjadwalan pengiriman serta penggunaan bahan bakar, kargo, dan pelacakan pengemudi dapat dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga membantu Anda menghemat biaya, waktu dan tenaga secara signifikan.

5. Memiliki Back Office yang Efisien

Memiliki back office yang efisien adalah kunci sukses bisnis transportasi dan logistik. Meskipun kurir memiliki peran penting dalam menyelesaikan pengiriman, back office lah yang membuat pengiriman berhasil, memastikan kepuasan pelanggan, dan mengawasi kelancaran operasional bisnis Anda.

Untuk menciptakan back office yang efisien, Anda tidak hanya membutuhkan orang-orang yang kompeten, tetapi juga sistem yang mengintegrasikan semua operasi, mulai dari manajemen keuangan dan SDM hingga manajemen pelanggan dan pemasaran. Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) memungkinkan Anda untuk secara otomatis mengelola semua aspek bisnis dan memberi wawasan lengkap tentang keseluruhan bisnis Anda.