Seiring Internet of Things (IoT) terus merevolusi dunia, miliaran perangkat yang terhubung diharapkan bisa memberikan dampak yang baik beberapa tahun ke depan. Teknologi IoT memiliki kekuatan dan jangkauan untuk mengatasi tantangan global dan melibatkan warga untuk kebaikan yang lebih besar. Revolusi digital ini bukan hanya tentang bisnis. Selain mendorong investasi finansial ke dalam kapabilitas dan produk baru, IoT dapat memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan peningkatan koneksi sekaligus peningkatan akses ke jaringan berkecepatan tinggi, IoT memiliki kemampuan untuk mengatasi dan membantu menyelesaikan banyak tantangan yang kita hadapi saat ini.

Berikut adalah lima alasan IoT digunakan untuk tujuan yang baik:  

  1. Emisi Karbon

Dengan lebih banyak mobil dan truk di jalan daripada sebelumnya, emisi gas rumah kaca telah meningkat 90 persen sejak tahun 1970. Seiring dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat, IoT membantu mengurangi jejak karbon.. Misalnya, dalam fleet management system yang mengoptimalkan perutean, mengaktifkan pemeliharaan preventif kendaraan, meminimalisir penggunaan bahan bakar, sehingga pada akhirnya mengurangi emisi karbon.

2. Limbah Air

Menurut Center for Neighborhood Technology (CNT), enam miliar galon air hilang setiap hari karena kebocoran yang tidak terdeteksi dari infrastruktur air yang sudah tua. Banyak dari kebocoran ini terjadi karena 30 persen pipa berusia 40 hingga 80 tahun. Selain itu, irigasi luar ruangan menghasilkan sekitar 60 persen penyiraman, dan sekitar 50 persennya terbuang percuma. Untuk mengatasi limbah ini, banyak perusahaan menggunakan solusi irigasi pintar yang diaktifkan oleh teknologi IoT di dalam gedung dan fasilitas kantor. Solusi ini menghemat jutaan galon air setiap tahun dengan menyiram hanya saat tidak ada hujan dan saat tingkat kelembaban tanah menunjukkan adanya kebutuhan.

3. Limbah Makanan

Limbah makanan adalah masalah lain yang dapat dibantu oleh IoT. Ada statistik yang meresahkan, sekitar 40 persen makanan yang diproduksi menjadi limbah, dan 95 persen limbah itu berakhir di tempat pembuangan sampah atau insinerator yang menciptakan gas metana. Sekarang mulai bermunculan perusahaan yang menciptakan penggiling untuk membuat bubur limbah makanan, dan alih-alih mengirim limbah ini ke tempat pembuangan sampah, ia dapat dicerna secara anaerobik untuk menghasilkan energi terbaru dalam bentuk listrik, panas, atau gas alam terkompresi yang dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan.

4. Konsumsi Energi

IoT tidak hanya membantu kita menghemat makanan dan air, tapi juga membantu dalam penghematan energi. Delapan puluh persen konsumsi energi bumi terjadi di kota-kota besar. Saat ini ada teknologi Smart Cities yang membantu kota-kota besar dalam mengelola sumber daya mereka dengan lebih efektif. Misalnya, kita dapat menggunakan pencahayaan LED luar ruangan di kota untuk membuat infrastruktur digital yang membantu mengatasi masalah seperti arus lalu lintas dan pengoptimalan parkir, yang dapat membantu warga menghemat waktu dan bahan bakar. Pencahayaan pintar juga dapat membantu pemeliharaan dari jarak jauh sehingga mengelola seluruh sistem pencahayaan kota tidak perlu berkeliling untuk mencari dan mengganti bola lampu yang rusak.

5. Kesehatan, Keamanan, dan Akses

Baik itu meningkatkan keselamatan jalan atau memajukan teknologi perawatan kesehatan, IoT dapat membuat dunia lebih aman dan orang-orang menjadi lebih sehat. Dengan berbekal teknologi, ada banyak orang-orang lanjut usia dan penyandang disabilitas yang merasakan hidup seutuhnya. Misalkan saja kacamata pintar yang menawarkan pendampingan virtual kapanpun dan dimana pun mereka membutuhkan. Selain itu, kota-kota besar juga menggunakan teknologi suar melalui aplikasi untuk membantu penyandang tunanetra mencapai tujuan mereka dan dapat menjangkau fasilitas lain yang ada di sekitar mereka.