Semakin berkembangnya kecanggihan teknologi tentunya dapat menjadi sebuah dorongan untuk segera mengganti sistem tradisional menadi sistem digital. Tidak hanya itu, berkembangnya industri logistik juga menjadi salah satu faktor untuk melakukan perubahan tersebut. Sebagai contoh, sebuah industri logistik yang pada awalnya hanya memiliki dua buah armada kemudian berkembang dan pada akhirnya dapat memiliki lebih dari sepuluh buah armada. Adanya peningkatan jumlah armada tersebut tentu saja akan berpengaruh terhadap cara pengawasan dan pengendalian dari setiap armada yang ada. Bagi beberapa industri logistik yang masih menggunakan sistem tradisional tentu saja akan mengalami beberapa kesulitan terkait hal tersebut dikarenakan sistem logistik secara tradisional tidak memiliki kemampuan untuk melacak armada pengiriman secara real-time, menghasilkan ETA yang akurat, juga mengurangi risiko dan biaya. Di bawah ini merupakan tiga poin utama yang menjadi kekurangan dari sistem logistik tradisional, diantaranya:

  1. Terbatasnya sarana untuk memastikan pengiriman lebih cepat dan tepat waktu.
    Sistem logistik tradisional yang berarti tidak menggunakan teknologi tentu saja tidak dapat memastikan apakah armada tersebut sudah melakukan pengiriman secara tepat waktu atau tidak. Tidak hanya itu, pihak logistik juga tidak dapat memberikan informasi yang akurat terhadap konsumen jika terjadi keterlambatan. Lain halnya jika pihak logistik sudah menggunakan sistem digital, mereka dapat memastikan bahwa pengiriman tersebut akan tiba tepat waktu, dan jika terjadi keterlambatan, mereka dapat memberitahu konsumen kapan pengiriman tersebut akan tiba di tempat tujuan.

  2. Tidak ada sarana untuk pelacakan waktu secara real time.
    Di setiap jadwal keberangkatan armada, tentu saja anda akan bertanya-tanya seputar keberadaan armada tersebut, apakah sudah sampai di tempat tujuan atau masih dalam perjalanan. Sebuah sistem logistik tradisional tentu saja tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut karena memang tidak adanya fitur serta sarana yang dapat digunakan untuk melakukan pelacakan terhadap armada yang sedang beroperasi. Alhasil pihak logistik tidak memiliki data yang akurat terkait keberadaan armada tersebut. Akan tetapi, jika pihak logistik beralih dari sistem tradisional menjadi sistem digital, tentu saja bukan hal yang aneh jika nantinya dapat melakukan pelacakan terhadap armada secara real time. Dengan kecanggihan teknologi seperti itu, anda tidak hanya meningkatkan transparansi terkait keberadaan armada, tetapi juga memberikan informasi secara akurat terhadap konsumen apabila terjadi keterlambatan.

  3. Kurang dapat meminimalisir resiko selama berkendara.
    Banyaknya peristiwa kecelakaan di jalan raya seringkali disebabkan oleh kelalaian dari driver, baik itu membawa armada di atas kecepatan normal atau menyetir dalam keadaan mengantuk. Bagi industri logistik yang masih menggunakan sistem logistik tradisional tentu saja tidak akan bisa untuk mengontrol cara berkendara driver dikarenakan tidak adanya teknologi yang memadai. Hal ini tentu saja tidak berlaku bagi mereka yang sudah menggunakan sistem digital, pengontrolan cara berkendara driver dapat dipantau melalui platform dan tentu saja dapat meminimalisir tingkat resiko seperti kecelakaan dan juga pencurian armada serta bahan bakar. Sistem logistik secara digital tidak hanya meningkatkan daya kompetitif suatu industri logistik, tetapi juga memberikan kepuasan kepada konsumen serta meminimalisir pengeluaran berlebih untuk biaya operasional. lacak.io telah berhasil dalam mendukung ketiga hal tersebut pada lebih dari 70 perusahaan. Hal ini menjadikan platform manajemen armada secara digital yang ditawarkan oleh lacak.io dapat dijadikan pilihan untuk mengganti sistem logistik tradisional di perusahaan anda.